Minggu, 07 Juni 2026 | 19:39
COMMUNITY

Kajian Komunitas Tasawuf Underground: Sebaik-baiknya Waktu Ialah...

Kajian Komunitas Tasawuf Underground: Sebaik-baiknya Waktu Ialah...
Kajian Komunitas Tasawuf Underground (Instagram)

ASKARA - Komunitas Tasawuf Underground melakukan kajian secara daring dengan membahas mengenai sebaik-baiknya waktu dari kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Atha'illah. 

Pendiri Komunitas Tasawuf Underground, Halim Ambiya membaca kitab tersebut, bahwa sebaik-baiknya waktu kata Syekh Ibnu Atha'illah adalah dimana engkau menyadari kehinaan dan kebergantungan kepada Allah. 

"Waktu dimana engkau menyadari kekurangan-kekurangan dalam diri. Itu sebetulnya waktu terbaik bagi kita," ujar Halim Ambiya dalam akun Instagram @tasawufunderground, Jumat (8/5).

Serta waktu kembalinya engkau menyadari tentang kerendahan dan kehinaan. Sebab salah satu pencapaian spiritual adalah kesadaran rohani dimana umat manusia menyadari kekurangannya. 

"Menyadari bahwa hanya Allah tempat kita bergantung," terang Halim Ambiya. 

Jika seseorang mengaku tingkat spritualnya tinggi. Kemudian menyombongkan diri tidak pernah menyadari kekurangan dan tidak pernah menyadari bahwa seorang hamba itu hina, tidak bisa apa-apa. Berarti itu dipertanyakan.

Maka ketika timbul dalam hati seorang umat sebuah rasa penyesalan karena melakukan dosa yang terdahulu. Rasa ingin memperbaiki kesalahan yang telah lampau. Itu dinilai waktu terbaik. 

"Perasaan diri ini hina itu waktu terbaik. Allah lagi menarik, memeluk, mengajak kita untuk mendekat," ucap Halim Ambiya. 

Bukan berarti sudah mengetahui diri ini hina. Namun hal tersebut malah dikomersilkan. Padahal seseorang itu sudah menyadarinya. Seharusnya ada upaya untuk memperbaiki diri. 

"Tapi dia jadikan sesuatu untuk alasan bertahan hidup kehinaan yang dia jual. Salah kaprah Jadi mempermainkan Allah," terangnya. 

Bagi yang diberikan pertaubatan sebelum kematian pasti Allah menguji seorang hambanya dalam berbagai hal. Misalnya masalah ekonomi atau keluarga. 

Ketika sudah tidak bisa yang bisa bergantung kepada suatu mahkluk. Maka Allah tujuan umatnya untuk meminta pertolongan. "Kalau dari titik kesadaraan saat itu langsung menyadari bahwa Allah tempat bergantung. Maka itu pencapaian spiritual yang tinggi," tandasnya. 

Dalam akun Instagram itu juga menampilkan potongan ayat dalam Kita Al-Hikam. Seperti inilah yang dikatakan Syekh Ibnu Atha'illah:

خير اوقاتك وقت تشهد فيه وجود فاقتك وترد فيه الي وجود ذلتك "Sebaik-sebaik waktumu adalah ketika engkau menyadari kekuranganmu dan engkau kembali menyadari kehinaanmu." 

Komentar