Romo Yos Bintoro Sambut Krontjong Toegoe di Podcast 'Sobat Tua Muda'
ASKARA - Pastoran Gereja Santo Agustinus, Halim Perdana Kusumua, Jakarta Timur, kedatangan tamu istimewa dari kelompok musik budaya Krontjong Toegoe, Sabtu (23/5/2026). Kehadiran mereka merupakan undangan khusus dari Romo Yos Bintoro dalam acara bincang santai podcast “Sobat Tua Muda”.
Rombongan dipimpin Manajer Krontjong Toegoe, Lisa Michiels, bersama putranya Franz Rudolf Hutahaean, Arthur James Michiels, penyanyi Rose, serta sejumlah anggota lainnya.
Dalam pertemuan penuh keakraban itu, pembahasan mengalir mulai dari sejarah Kampung Tugu, musik keroncong, hingga upaya pelestarian Bahasa Kreol Portugis Tugu yang kini semakin langka.
Lisa Michiels mengungkapkan, Krontjong Toegoe dalam waktu dekat dijadwalkan menerima undangan tampil ke Denmark sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia di tingkat internasional.
“Ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan budaya Kampung Tugu dan musik keroncong ke dunia internasional,” ujar Lisa.
Sebagai manajer Krontjong Toegoe, Lisa dikenal aktif mengembangkan berbagai inisiatif pelestarian budaya. Ia merupakan pendiri Krontjong Muda Indonesia dan Krontjong Menina-menina, serta penggagas Yayasan Rumah Budaya Michiels dan Living Museum Roemah Toegoe.
Pada 2025, Lisa juga mendirikan Michiels Batik Toegoe sebagai media pelestarian sejarah dan identitas budaya Kampung Tugu.
Sementara itu, Arthur James Michiels yang telah menjadi pemain bass Krontjong Toegoe sejak 1988 dikenal sebagai salah satu penjaga sejarah Kampung Tugu. Arthur banyak menelusuri jejak sejarah komunitas Tugu dengan mewawancarai para tetua, baik di Indonesia maupun Belanda.
Menurut sejumlah budayawan, Arthur disebut sebagai salah satu orang Tugu yang masih fasih bertutur dalam Bahasa Kreol Portugis Tugu. Bersama Lisa, ia turut menulis buku “Nyanyian dari Kampung Tugu” dan buku saku Bahasa Kreol Portugis Tugu sebagai upaya menjaga bahasa tersebut dari kepunahan.
Generasi muda juga turut mendapat sorotan dalam pertemuan itu melalui sosok Franz Rudolf Hutahaean. Mahasiswa Fakultas Hukum UKI semester II itu merupakan generasi ke-11 keluarga Michiels sekaligus pemimpin Krontjong Muda Indonesia (KMI), kelompok yang didirikan pada Januari 2024.
Franz dikenal piawai memainkan gitar, macina, dan biola. Ia juga aktif menjadi pemain tambahan di Krontjong Toegoe.
“Pelestarian budaya harus melibatkan generasi muda. Kalau anak muda tidak ikut bergerak, budaya bisa hilang,” ujar Franz dalam diskusi tersebut.
Selain Franz, hadir pula Aditya, anggota KMI yang aktif melatih kelompok Krontjong Menina-menina dan siswa SMA Negeri 52 Jakarta dalam musik keroncong di Roemah Toegoe.
Romo Yos Bintoro menyambut hangat kehadiran komunitas Krontjong Toegoe dan berharap podcast “Sobat Tua Muda” dapat menjadi ruang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia lintas generasi.
Suasana bincang santai berlangsung hangat dengan nuansa kekeluargaan, musik, dan semangat menjaga warisan budaya Kampung Tugu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Komentar