Kamis, 23 Juli 2026 | 12:54
NEWS

Usai Dikecam Dunia, Israel Deportasi 430 Aktivis Gaza

Usai Dikecam Dunia, Israel Deportasi 430 Aktivis Gaza
Tangkapan layar dari akun Ben Gvir’s (Dok Askara)

ASKARA – Pemerintah Israel mendeportasi seluruh sekitar 430 aktivis internasional yang ditahan dalam upaya terbaru menembus blokade laut Gaza, Kamis (22/5/2026). Deportasi dilakukan di tengah gelombang kecaman internasional terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, usai video dirinya mengejek para aktivis yang ditahan viral dan memicu kemarahan dunia.

Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan bahwa negaranya tidak akan membiarkan pelanggaran terhadap blokade laut Gaza yang disebut sah oleh pemerintah Israel.

“Israel tidak akan mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut yang sah di Gaza,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Israel.

Turki mengirim pesawat carter untuk menjemput para aktivis dari Bandara Ramon dekat Eilat. Sementara sebagian aktivis dari Mesir dan Yordania dipulangkan melalui perbatasan darat menuju Taba dan Aqaba.

Namun, satu warga Israel bernama Zohar Regev masih ditahan dan dijadwalkan menjalani sidang di Pengadilan Magistrat Ashkelon. Kelompok bantuan hukum Adalah menyebut tuduhan terhadap Regev sebagai “absurd” karena ia didakwa melakukan “masuk ilegal ke Israel” dan mencoba menembus blokade Gaza, padahal disebut dibawa secara paksa dari perairan internasional.

Video Ben Gvir Picu Kemarahan Internasional

Kemarahan dunia dipicu oleh video yang diunggah Itamar Ben Gvir yang memperlihatkan dirinya mengejek puluhan aktivis dalam kondisi tangan terikat dan berlutut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan turut menegur Ben Gvir dan menyebut tindakan tersebut tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel.

“Cara Ben Gvir menangani para aktivis tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel,” kata Netanyahu.

Meski demikian, Netanyahu tetap menegaskan Israel berhak menghentikan apa yang disebutnya sebagai “flotilla provokatif pendukung Hamas.”

Video tersebut memicu kecaman dari sedikitnya 30 negara, termasuk sejumlah negara Eropa yang warganya ikut ditahan. Delapan negara bahkan memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan resmi.

Inggris memanggil kuasa usaha Israel dan menyebut perlakuan terhadap para aktivis melanggar standar dasar penghormatan terhadap martabat manusia.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi penahanan yang terlihat dalam video tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri Inggris.

Ketua Dewan Eropa Antonio Costa juga mengaku “terkejut” dengan tindakan Ben Gvir dan meminta para aktivis segera dibebaskan.

Belanda turut memanggil duta besar Israel terkait perlakuan yang disebut “tidak dapat diterima” terhadap para aktivis.

Italia Minta Sanksi Uni Eropa

Tekanan terhadap Ben Gvir semakin besar setelah Italia meminta Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada politikus sayap kanan tersebut. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyebut tindakan Ben Gvir terhadap aktivis flotilla sebagai tindakan “tidak dapat diterima.”

Sementara itu, Polandia berencana melarang Ben Gvir memasuki wilayah negaranya. Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan pihaknya telah meminta kementerian dalam negeri untuk memberlakukan larangan masuk terhadap Ben Gvir.

“Polandia mengutuk keras tindakan otoritas Israel terhadap aktivis Global Sumud Flotilla, termasuk warga negara Polandia,” tulis Sikorski.

Flotilla Gaza Berangkat dari Turki

Flotilla yang terdiri lebih dari 50 kapal itu berangkat dari Turki pekan lalu menuju Gaza melalui wilayah dekat Siprus. Para penyelenggara menyebut aksi tersebut bertujuan menarik perhatian dunia terhadap kondisi hampir dua juta warga Palestina di Jalur Gaza.

Israel menilai flotilla tersebut hanya aksi pencitraan untuk kepentingan Hamas dan tidak benar-benar bertujuan mengirim bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar.

Pasukan Israel mulai menghentikan kapal-kapal flotilla sekitar 268 kilometer dari garis pantai Gaza. Rekaman siaran langsung memperlihatkan tentara Israel menaiki kapal saat para aktivis mengenakan pelampung dan mengangkat tangan. Kamera-kamera di kapal dilaporkan dirusak dalam operasi tersebut.

 

 

Komentar