VIRUS HANTA ANDES
Pemerintah Diminta Serius Antisipasi Ancaman Penyebaran ke Indonesia
ASKARA-Pemerintah diminta tidak lengah dan serius dalam mengantisipasi ancaman penyebaran Virus Hanta jenis Andes yang belakangan menjadi perhatian dunia kesehatan.
Demikian anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, di gedung DPR, Selasa (12/5/2026) menyikapi isu virus Hanta.
Menurutnya, virus tersebut lebih berbahaya dibandingkan virus corona (covid 19) karena memiliki kemampuan menular antarmanusia.
Ditegaskan keberadaan virus hanta tersebut, meskipun belum masuk ke Indonesia, menjadi alarm kewaspadaan nasional, terlebih angka kematian akibat infeksi virus tersebut tergolong tinggi.
Disisi lain, kata Edy, hingga kini vaksin maupun obat khusus untuk Virus Hanta jenis Andes juga belum ditemukan, sehingga penanganan masih bersifat suportif untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien.
“Ini penyakit yang serius, karena jenis yang ditemukan di kapal ini tidak hanya menular antara hewan pengerat tikus dan manusia, tapi juga bisa melebar antar manusia. Itu yang pertama. Yang kedua, angka kematiannya tinggi, 35 persen sampai 50 persen,” ujar Edy.
Selain itu, Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini pun memandang pemerintah perlu memperketat pengawasan, meski kasus hantavirus Andes belum terdeteksi masuk ke Indonesia.
Pihaknya juga menyoroti adanya satu orang di Jakarta yang diketahui pernah melakukan kontak erat dengan salah satu penderita di kapal yang diduga membawa virus tersebut.
Nah langkah tracing dan pemeriksaan kesehatan, ujarnya harus segera dilakukan guna mencegah risiko penyebaran lebih luas di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya karantina meskipun hasil pemeriksaan awal menunjukkan negatif, mengingat masa inkubasi virus yang cukup panjang.,
“Karena menular antarmanusia ke manusia, maka pemerintah harus serius mengamati pergerakan penyakit ini. Meskipun penyakit ini belum masuk ke Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Indonesia sebenarnya sudah lama mengenal jenis virus hanta Seoul yang ditemukan di beberapa wilayah. Namun berbeda dengan Andes Virus Hanta, virus Seoul dinilai tidak mudah menular antarmanusia dan umumnya hanya menyebar melalui tikus ke manusia.
Karena itu, Edy meminta pemerintah segera menyusun protokol kesehatan khusus, memperkuat edukasi publik, meningkatkan survailans, hingga menyiapkan fasilitas pemeriksaan serologi dan virologi di daerah-daerah yang pernah ditemukan kasus serupa seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan NTT.
“Komisi IX akan mengagendakan masalah ini menjadi rapat kerja dengan Menteri Kesehatan secepat-cepatnya. Kita harapkan minggu depan kita undang Menteri Kesehatan agar kesiapannya bisa kita ikuti bersama, untuk kita awasi bersama,” pungkasnya. (dry)

Komentar