Iran Eksekusi Pria Terkait Tuduhan Mata-Mata Israel dan AS
ASKARA - Pemerintah Iran pada Senin mengumumkan telah mengeksekusi seorang pria yang divonis bersalah karena menjadi mata-mata bagi Israel dan Amerika Serikat. Eksekusi ini menjadi bagian dari gelombang hukuman mati yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Iran dengan kedua negara tersebut.
Melalui kantor berita peradilan Mizan Online, Iran menyebut pria bernama Erfan Shakourzadeh dihukum gantung atas tuduhan bekerja sama dengan badan intelijen Amerika Serikat, CIA, serta badan intelijen Israel, Mossad.
“Erfan Shakourzadeh dihukum gantung karena berkolaborasi dengan badan intelijen Amerika Serikat dan dinas mata-mata Mossad,” tulis laporan Mizan Online, Senin (11/5).
Pemerintah Iran tidak menjelaskan secara rinci waktu penangkapan maupun tanggal eksekusi. Namun disebutkan bahwa Shakourzadeh bekerja di salah satu organisasi ilmiah Iran yang bergerak di bidang satelit.
Iran selama ini menghadapi tuduhan dari negara-negara Barat bahwa program satelitnya digunakan untuk mendukung pengembangan teknologi rudal balistik.
Dalam laporannya, Mizan menyatakan Shakourzadeh secara sadar menyerahkan informasi rahasia kepada CIA dan Mossad.
Sementara itu, kelompok hak asasi manusia Iran Human Rights Society menyebut Shakourzadeh merupakan lulusan teknik dirgantara berusia 29 tahun yang ditangkap pada 2025. Kelompok tersebut menuduh pengakuan yang diberikan diperoleh melalui tekanan dan paksaan selama masa penahanan.
Menurut laporan organisasi tersebut, Shakourzadeh sempat menjalani berbulan-bulan isolasi di Penjara Ghezel Hesar sebelum akhirnya dieksekusi.
Kasus ini kembali memicu perhatian internasional terhadap penggunaan hukuman mati di Iran, khususnya dalam perkara yang berkaitan dengan keamanan nasional dan tuduhan spionase.

Komentar