Kamis, 18 Juni 2026 | 02:21
NEWS

Paus Leo Tiba di Guinea Ekuatorial, Tutup Lawatan Apostolik 11 Hari

Paus Leo Tiba di Guinea Ekuatorial, Tutup Lawatan Apostolik 11 Hari
Paus Leo XIV tiba di Guinea Ekuatorial (Dok Vatican)

ASKARA - Paus Leo tiba di Malabo, ibu kota Guinea Ekuatorial, Afrika, pada pukul 11.31 waktu setempat, Selasa, menandai etape terakhir dari rangkaian perjalanan apostolik selama 11 hari.

Negara tersebut merupakan satu-satunya negara berbahasa Spanyol di Afrika. Paus dijadwalkan berada di Guinea Ekuatorial hingga Kamis, 23 April 2026, sebelum kembali ke Vatikan.

Sebelumnya, Paus Leo bertolak dari Luanda, Angola, pada pukul 09.19 waktu setempat, sekaligus menutup kunjungannya di negara Afrika bagian tengah tersebut. Selama tiga hari di Angola, Paus mengunjungi tiga kota, yakni Luanda, Muxima, dan Saurimo.

Di Guinea Ekuatorial, Paus Leo dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Republik di Istana Kepresidenan. Ia juga akan bertemu dengan pejabat pemerintah, unsur masyarakat sipil, serta korps diplomatik.

Selain itu, Paus akan bertemu dengan kalangan budaya di Kampus León XIV, Universitas Nasional, mengunjungi staf dan pasien di Rumah Sakit Jiwa Jean Pierre Olie, serta menggelar pertemuan tertutup dengan para Uskup setempat.

Pada Rabu, Paus Leo dijadwalkan melanjutkan perjalanan dari Malabo menuju Mongomo. Di kota tersebut, ia akan memimpin Misa Kudus di Basilika Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda serta mengunjungi Sekolah Teknologi Paus Fransiskus.

Selanjutnya, Paus akan bertolak ke Bata untuk mengunjungi penjara setempat, berdoa di monumen korban ledakan 7 Maret 2021, serta bertemu kaum muda dan keluarga di stadion kota. Kegiatan hari itu akan ditutup dengan kembali ke Malabo.

Pada hari terakhir, Kamis (23/4/2026), Paus Leo akan memimpin Misa di Stadion Malabo dan mengikuti upacara perpisahan di bandara.

Setelah itu, Paus dijadwalkan bertolak kembali ke Roma dan diperkirakan tiba pada hari yang sama, sekaligus menutup seluruh rangkaian perjalanan apostoliknya di kawasan Afrika.

 

 

Komentar