Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:13
NEWS

Trump Omon-Omon, Iran Tunjukkan Taring, Kapal Tanker Ditembaki

Trump Omon-Omon, Iran Tunjukkan Taring, Kapal Tanker Ditembaki
Ilustrasi Selat Hormuz (Dok Gemini)

ASKARA - Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah Iran memperketat kontrol atas jalur pelayaran strategis tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai langkah Teheran sebagai tindakan yang “agak berlebihan”, namun menegaskan bahwa komunikasi antara kedua negara masih berlangsung positif.

“Dialog dengan Iran berjalan sangat baik,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, meski situasi di lapangan menunjukkan eskalasi, Sabtu (19/4).

Iran sebelumnya menyatakan bahwa kendali atas Selat Hormuz telah kembali berada di bawah pengawasan penuh angkatan bersenjata mereka. Teheran menegaskan kontrol tersebut akan terus dipertahankan hingga perang benar-benar berakhir dan perdamaian permanen tercapai di kawasan.

Langkah Iran ini diambil di tengah masih berlangsungnya blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengungkapkan telah menerima proposal baru dari AS melalui mediasi pihak ketiga, namun masih dalam tahap kajian.

Di sisi lain, situasi keamanan di perairan tersebut dilaporkan memburuk. Iran disebut menembaki sedikitnya tiga kapal tanker yang mencoba melintas, hanya sehari setelah sebelumnya mengumumkan pembukaan kembali jalur tersebut sesuai kesepakatan gencatan senjata.

Sumber keamanan Israel menyebutkan bahwa Tel Aviv tengah bersiap menghadapi kemungkinan gagalnya perundingan dan potensi eskalasi lebih lanjut di Selat Hormuz. Sementara itu, laporan Wall Street Journal menyebutkan militer AS bersiap melakukan operasi pemeriksaan dan penyitaan kapal-kapal yang diduga terkait Iran di perairan internasional.

Ketidakpastian di jalur vital tersebut berpotensi memperparah krisis energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan distribusi dapat mendorong kenaikan harga energi secara signifikan.

Meski demikian, sejumlah mediator internasional masih optimistis kesepakatan baru antara AS dan Iran dapat dicapai dalam waktu dekat, guna meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan.

 

 

Komentar