Selasa, 21 Juli 2026 | 22:20
NEWS

Kisah Om Piet Tangani Pasien Turner Syndrome, Keluarga Sebut Alami Perubahan Signifikan

Kisah Om Piet Tangani Pasien Turner Syndrome, Keluarga Sebut Alami Perubahan Signifikan
Om Piet tangani pasien turner syndrome (Dok Askara)

ASKARA - Pengalaman unik kembali dibagikan Pieter Dasion atau yang akrab disapa Om Piet, terapis pijat berbasis titik tubuh, saat menangani seorang pasien dengan kondisi langka Turner Syndrome di kawasan Kemang Pratama, Sabtu (11/4/2026) malam.

Dalam catatannya, Om Piet menceritakan pertemuannya dengan seorang perempuan berusia 40 tahun bernama Ria, yang datang bersama ibunya untuk menjalani terapi. Ria diketahui mengalami Turner Syndrome, kelainan genetik langka pada perempuan akibat hilangnya salah satu kromosom X, yang berdampak pada perkembangan fisik dan fungsi organ tubuh.

“Awalnya pijatan saya tidak mendapat respons seperti biasanya. Saya menduga ada gangguan di bagian otak yang memengaruhi fungsi organ lain,” tulis Om Piet.

Ria diketahui mengalami sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya tidak dapat menstruasi secara normal serta mengalami gangguan pendengaran sehingga harus menggunakan alat bantu dengar di kedua telinganya sejak lama.

Dalam sesi terapi yang dilakukan di sebuah kafe di Kemang Pratama, Om Piet mencoba melakukan pijatan pada titik-titik tertentu yang berkaitan dengan sistem saraf, termasuk area otak dan hipotalamus. Ia menduga terdapat gangguan aliran darah yang memengaruhi fungsi sel-sel tertentu di otak.

Setelah beberapa saat terapi dilakukan, keluarga pasien mengaku melihat adanya perubahan. Om Piet kemudian meminta Ria untuk melepas alat bantu dengarnya dan mencoba merespons percakapan secara langsung.

“Dia bisa mengulang kata-kata yang saya ucapkan. Itu menjadi momen yang sangat mengharukan,” tulisnya.

Kejadian tersebut disaksikan oleh keluarga pasien serta beberapa orang yang berada di lokasi. Ria pun dilaporkan menangis haru atas perubahan yang dirasakannya.

Meski demikian, Om Piet menegaskan bahwa hasil terapi tersebut tetap perlu disikapi dengan bijak dan tidak menggantikan peran medis. Ia juga menyebut bahwa kesembuhan merupakan bagian dari ikhtiar dan kehendak Tuhan.

“Apakah sudah sembuh sepenuhnya? Kita serahkan kepada Tuhan. Yang terpenting, ada harapan dan perubahan yang dirasakan,” ujarnya.

Kisah ini menjadi salah satu dari banyak pengalaman yang dibagikan Om Piet dalam membantu pasien dengan berbagai kondisi kesehatan melalui terapi pijat yang ia tekuni sejak 2011.

Ia pun menutup kisahnya dengan pesan sederhana, bahwa berbagi dan membantu sesama merupakan hal yang patut dilakukan selagi masih mampu.

 

 

Komentar