Rabu, 17 Juni 2026 | 18:31
Editorial

Damai Diumumkan, Namun Bayang-Bayang Perang Tetap Ada

Damai Diumumkan, Namun Bayang-Bayang Perang Tetap Ada
Ilustrasi damai diumumkan (Dok Askara)

ASKARA - Gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku setelah hampir 40 hari konflik yang memicu kekhawatiran global. Meski meredakan eskalasi, situasi dinilai masih jauh dari kata selesai.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Namun, alih-alih berujung kehancuran besar, konflik justru berhenti sementara melalui kesepakatan gencatan senjata yang membuka ruang bagi Iran untuk bertahan dan melakukan pemulihan.

Pemerintah AS mengklaim hasil tersebut sebagai kemenangan. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa langkah tersebut menunjukkan keberhasilan strategi Washington dalam menekan Teheran.

Di sisi lain, Israel menunjukkan sikap lebih hati-hati. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan masih ada sejumlah target yang belum tercapai, sementara Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar menyebut perbedaan posisi antara AS dan Iran masih sulit dijembatani.

Sejumlah pejabat keamanan Israel bahkan menilai kecil kemungkinan konflik akan kembali meletus dalam waktu dekat, meskipun secara politik narasi “belum selesai” tetap digaungkan.

Pemerintahan Trump mengajukan dua poin utama sebagai dasar klaim kemenangan. Pertama, Iran disebut tidak akan diizinkan memperkaya uranium, serta material nuklir yang telah diperkaya akan dikeluarkan dari fasilitas yang terdampak serangan. Kedua, dibukanya kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz dianggap sebagai bukti bahwa Iran berada dalam tekanan.

Meski demikian, sejumlah analis menilai gencatan senjata ini lebih merupakan jeda strategis dibanding penyelesaian permanen. Dengan masih adanya perbedaan kepentingan dan tujuan antara pihak-pihak terkait, potensi ketegangan lanjutan tetap terbuka.

Untuk saat ini, dunia menyaksikan fase baru konflik, bukan akhir dari pertikaian, melainkan jeda yang menentukan arah berikutnya di kawasan Timur Tengah.

 

 

Komentar