Gantian Iran Ultimatum AS: Serang Kami, Dunia Siap Krisis Energi!
ASKARA - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam menyusul saling ancam terkait potensi serangan terhadap fasilitas vital dan jalur energi global.
Media yang terafiliasi dengan negara Iran melaporkan pernyataan resmi dari Islamic Revolutionary Guard Corps yang menegaskan tidak akan ragu membalas jika Amerika Serikat menyerang fasilitas sipil di Iran.
Dalam pernyataan tersebut, Iran memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan langkah serupa terhadap infrastruktur milik Amerika Serikat dan sekutunya.
“Kami akan melakukan hal yang sama terhadap infrastruktur Amerika dan mitranya yang akan membuat mereka kehilangan akses minyak dan gas di kawasan ini selama bertahun-tahun,” demikian bunyi pernyataan tersebut, Selasa (7/4).
Ancaman ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Presiden Amerika Serikat, menyatakan akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran dalam hitungan jam jika Teheran tidak membuka akses Selat Hormuz.
Iran juga memperingatkan bahwa kemampuan militernya mampu menjangkau aset-aset vital Amerika jika garis merah mereka dilanggar.
“Para pemimpin Amerika tidak mampu menghitung aset-aset kritis yang berada dalam jangkauan kami jika mereka menyerang,” lanjut pernyataan tersebut.
Lebih jauh, Iran menegaskan bahwa respons militernya tidak akan terbatas di kawasan Timur Tengah, melainkan bisa meluas jika Amerika Serikat tetap melanjutkan aksi militer.
Eskalasi ini menambah kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dunia. Gangguan di wilayah tersebut berpotensi memicu krisis energi global dan memperburuk ketegangan geopolitik internasional.

Komentar