Paus Leo XIV: Lawan Hoaks, Wartakan Kebenaran Injil
ASKARA - Dalam suasana Paskah yang masih hangat, Paus Leo XIV menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya kebenaran di tengah dunia yang dipenuhi disinformasi, konflik, dan ketidakadilan sosial.
Pesan itu disampaikan saat doa Regina Caeli di Lapangan Santo Petrus, Saint Peter’s Square, pada Senin Paskah. Dalam refleksinya, Paus menyoroti kisah Injil tentang makam kosong Yesus yang menghadirkan dua narasi berbeda: kesaksian para perempuan yang mewartakan kebangkitan, dan laporan para penjaga yang menyangkalnya.
Menurut Paus, dari satu peristiwa yang sama bisa lahir dua kebenaran yang saling bertentangan, yang satu membawa harapan kehidupan, sementara yang lain menutupinya dengan kebohongan.
“Kenyataan ini masih terjadi hingga kini, ketika kebenaran sering tertutup oleh hoaks, fitnah, dan tuduhan tanpa dasar,” tegasnya, Senin (6/4).
Seruan Melawan Disinformasi
Paus Leo XIV menekankan bahwa di era modern, penyebaran “fake news” menjadi tantangan serius bagi pewartaan iman. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebenaran tidak pernah benar-benar hilang.
Mengutip pesan Yesus, “Jangan takut; pergilah dan beritakan,” Paus mengajak umat Kristiani untuk tetap berani menjadi saksi Injil di tengah kebingungan zaman.
Ia juga menyoroti berbagai penderitaan global, mulai dari masyarakat yang dilanda perang, umat Kristiani yang mengalami penganiayaan, hingga anak-anak yang kehilangan akses pendidikan.
Dalam konteks tersebut, pewartaan iman bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata yang membawa harapan baru di tengah dunia yang terluka.
Injil sebagai Cahaya Dunia
Paus menegaskan bahwa ketika Injil dihidupi dan diwartakan, ia mampu menghadirkan terang di tengah kegelapan serta memberi makna di tengah kebingungan.
“Pewartaan misteri Paskah berarti memberi suara baru bagi harapan yang sering dibungkam oleh kekerasan,” ujarnya.
Kenang Paus Fransiskus
Di akhir pesannya, Paus Leo XIV mengajak umat untuk mengenang pendahulunya, Paus Fransiskus, yang wafat pada Senin Paskah tahun lalu. Ia memuji kesaksian iman dan kasih yang telah diwariskan, seraya mempercayakan Gereja kepada perlindungan Bunda Maria.

Komentar