Kamis, 23 Juli 2026 | 10:49
NEWS

DBD Jadi Sorotan, Wawali Jaktim Dorong ASN Jadi Garda Pencegahan

DBD Jadi Sorotan, Wawali Jaktim Dorong ASN Jadi Garda Pencegahan
Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia kepada sejumlah ASN berprestasi (Dok Rudolf)

ASKARA - Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. Hal ini mengemuka dalam apel Senin pagi yang dipimpin Wakil Wali Kota Kusmanto di halaman Kantor Wali Kota, Senin (6/4/2026).

Apel yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi dimanfaatkan sebagai momentum penguatan peran ASN dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat, khususnya lonjakan kasus DBD.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Jakarta Timur secara simbolis memberikan “selendang perhatian” kepada wilayah dengan angka kasus DBD yang meningkat. Langkah ini menjadi bentuk peringatan sekaligus dorongan agar jajaran wilayah lebih sigap dalam penanganan penyakit yang kerap muncul saat musim pancaroba.

Kusmanto menegaskan bahwa pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata. Peran ASN dinilai krusial sebagai motor penggerak perubahan perilaku masyarakat melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“ASN harus menjadi contoh nyata di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendorong pola hidup sehat,” ujarnya.

Selain isu kesehatan, apel juga diisi dengan penyerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia kepada sejumlah ASN berprestasi, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi internal pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serta memperkuat evaluasi kinerja organisasi.

Pemkot Jakarta Timur berharap, melalui penguatan peran ASN di lapangan, upaya pencegahan DBD dapat berjalan lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

 

Komentar