Balon Udara Berpetasan Timpa Atap Rumah Warga
ASKARA - Peristiwa jatuhnya balon udara yang dilengkapi rangkaian petasan mengagetkan warga Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Minggu (29/3) pagi. Balon tersebut dilaporkan menimpa atap rumah milik warga di Gang 05.
Kejadian pertama kali dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Kastoni (55), seorang pedagang yang juga pemilik rumah terdampak. Saat kejadian, ia bersama dua saksi lainnya, Rina Supriyanti (45) dan Muhammad Miftah (24), sedang berada di dalam rumah.
“Mereka mendengar suara benda jatuh dari arah atap. Setelah dicek, ternyata balon udara berukuran besar dengan rangkaian petasan tersangkut di bagian atas rumah,” demikian keterangan saksi.
Warga sekitar kemudian bergotong royong menurunkan balon tersebut dari atap. Setelah berhasil diamankan, kejadian dilaporkan ke Polsek Kedungwuni.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan balon udara tersebut memiliki tinggi sekitar 7 meter dengan diameter 4 meter, berwarna biru dan bertuliskan “MBG Genk”. Selain itu, ditemukan rangkaian petasan yang terdiri dari empat petasan berdiameter 4 cm panjang 10 cm, serta sepuluh petasan berdiameter 1,5 cm panjang 5 cm.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa ini. Namun, asal-usul balon udara tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan.
Kapolsek Kedungwuni, Iptu Amin, menyampaikan, pihaknya telah melakukan langkah awal penanganan.
“Setelah menerima laporan, kami langsung mendatangi lokasi, melakukan pengecekan, serta meminta keterangan dari para saksi. Saat ini kami masih menyelidiki asal balon udara dan pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara yang dilengkapi petasan karena berpotensi membahayakan keselamatan serta memicu kebakaran.
Pihak kepolisian memastikan akan terus menindaklanjuti kasus ini guna mencegah kejadian serupa terulang di wilayah hukum Kedungwuni.

Komentar