Kamis, 23 Juli 2026 | 15:02
Parodi

Negeri Konoha dan Ilmu Hemat Tingkat Dewa

Negeri Konoha dan Ilmu Hemat Tingkat Dewa
Ilustrasi ilmu hemat tingkat dewa (Dok Askara)

ASKARA - Di tengah dunia yang panas karena konflik di Teluk Persia, Negeri Konoha justru menemukan pencerahan.

Bukan soal strategi energi.
Bukan soal geopolitik.
Tapi soal… cara mematikan kompor.

Seorang menteri dengan wajah penuh ketenangan kosmik berkata:
“Untuk menghemat gas, kompor dimatikan setelah memasak.”

Dan di situlah, peradaban mencapai puncaknya.

Ilmu yang selama ini tersembunyi akhirnya dibuka ke publik. Rahasia yang mungkin selama ribuan tahun dijaga para leluhur dapur akhirnya terungkap juga. Dunia tidak lagi sama.

Rakyat Konoha terdiam.
Sebagian tercerahkan.
Sebagian lagi… memeriksa ulang apakah mereka selama ini memasak sambil membiarkan kompor menyala sampai kiamat.

Teori besar pun makin kokoh:

Banyak berpikir berarti banyak masalah. Sedikit berpikir berarti sedikit masalah. Tidak berpikir berarti tidak ada masalah dan hidup damai, seperti kompor mati

Mungkin inilah strategi nasional:
menghemat gas dengan menghemat pikiran.

Karena berpikir itu seperti kompor, kalau terlalu lama menyala, bisa boros. Jadi lebih baik dimatikan saja setelah dipakai… atau sebelum dipakai sekalian.

Bahkan ada kabar, kementerian sedang menyiapkan program lanjutan:

Untuk hemat listrik, lampu dimatikan saat terang

Untuk hemat air, jangan haus

Untuk hemat hidup… jangan hidup terlalu serius

Negeri Konoha memang tidak pernah kehabisan cara untuk sederhana. Saking sederhananya, kadang realitas pun ikut disederhanakan.

Dan di tengah semua itu, rakyat perlahan mengerti satu hal:

Masalah bukan hilang karena selesai,
tapi karena… sudah tidak lagi dipikirkan.

Seperti kompor yang dimatikan,
bukan karena gasnya cukup, tapi karena apinya sudah tidak dinyalakan sejak awal.

 

Komentar