AS Klaim Negosiasi Mulus, Iran Nilai Akal Bulus
ASKARA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari, hingga 6 April 2026. Penundaan ini disebut sebagai bagian dari upaya memberi ruang bagi proses negosiasi yang diklaim tengah berlangsung positif.
Trump menyatakan bahwa pembicaraan menuju kesepakatan damai dengan Iran berjalan “sangat baik”, meski detail perundingan tidak diungkap secara terbuka, Kamis (26/3).
Di sisi lain, respons dari Teheran menunjukkan sikap berbeda. Seorang pejabat senior Iran yang tidak disebutkan namanya kepada Reuters mengungkapkan bahwa pemerintah Iran telah menerima proposal perdamaian dari Amerika Serikat.
Namun, proposal tersebut dinilai tidak seimbang. Pejabat itu menyebut tawaran dari Washington sebagai “sepihak dan tidak adil”, menandakan masih lebarnya perbedaan posisi antara kedua negara.
Situasi ini menggambarkan dinamika negosiasi yang masih alot, di tengah potensi eskalasi militer yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Penundaan serangan oleh AS dinilai sebagai langkah taktis, namun belum tentu menjamin tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.

Komentar