Kamis, 04 Juni 2026 | 07:14
NEWS

Saat Bom Israel Jatuh di Teheran, Trump Malah Bicara Damai

Saat Bom Israel Jatuh di Teheran, Trump Malah Bicara Damai
Ilustrasi perang Iran - Israel (Dok Askara)

ASKARA - Militer Israel kembali melancarkan gelombang serangan baru ke ibu kota Iran, Teheran, di tengah sinyal berbeda dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang justru menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran, Senin (23/3).

Dalam pernyataan resminya, Israel Defense Forces (IDF) menegaskan, operasi militer akan terus berjalan sesuai arahan pemerintah Israel hingga ada instruksi lebih lanjut.

Gelombang serangan terbaru ini dilaporkan terjadi tak lama setelah Trump mengumumkan penundaan selama lima hari terhadap rencana serangan Amerika Serikat ke pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran. Keputusan tersebut diambil setelah Washington mengklaim adanya pembicaraan yang “produktif” dengan Teheran.

Meski demikian, IDF menyatakan telah memulai kembali operasi dengan menargetkan berbagai infrastruktur yang disebut terkait dengan rezim Iran di Teheran. Sumber lapangan menyebutkan, skala ledakan yang terjadi di ibu kota Iran tergolong besar dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Di sisi lain, muncul indikasi bahwa Israel kemungkinan tidak menyasar fasilitas energi, sejalan dengan langkah Amerika Serikat yang menahan serangan pada sektor tersebut. Namun, pejabat militer Israel menegaskan, pihaknya tetap menjalankan operasi berdasarkan keputusan kepemimpinan politik nasional.

Sementara itu, ketegangan tidak hanya berlangsung satu arah. Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan kembali melancarkan serangan balasan ke target-target di Israel.

Perkembangan ini menunjukkan dinamika konflik yang semakin kompleks. Di satu sisi, Amerika Serikat membuka ruang diplomasi dengan menunda serangan strategis, namun di sisi lain Israel tetap melanjutkan operasi militernya di lapangan.

Situasi tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pendekatan di antara sekutu, sekaligus meningkatkan kekhawatiran eskalasi konflik masih jauh dari mereda meski jalur negosiasi mulai dibuka.

 

 

Komentar