Kamis, 23 Juli 2026 | 17:35
Parodi

Kalau Kabel Internet Selat Hormuz Diputus Iran, Apa Kata Dunia?

Kalau Kabel Internet Selat Hormuz Diputus Iran, Apa Kata Dunia?
Ilustrasi jika kabel optik diputus oleh Iran (Dok Gemini)

ASKARA - Bayangkan dunia ini seperti rumah besar yang katanya modern, canggih, serba digital. Tapi ternyata… WiFi-nya cuma satu, dan router-nya ditaruh di Selat Hormuz. Lebih ironis lagi, password-nya dipegang pihak yang lagi bete sama tetangga.

Lalu suatu hari, router itu dimatiin.

Seketika dunia berubah. Trader di New York mendadak bengong, layar Bloomberg jadi seperti TV tabung tanpa antena. Bank-bank global yang biasanya sibuk memindahkan triliunan dolar, tiba-tiba seperti kasir warung yang kehilangan kalkulator.

Karena ternyata, sekitar 40 persen transaksi keuangan dunia itu… numpang lewat kabel di bawah laut sana. Iya, dunia yang katanya “terdesentralisasi” itu, diam-diam sangat bergantung pada satu jalur yang kalau diputus, efeknya seperti mencabut colokan kulkas: semua yang dingin langsung bau.

Ini bukan lagi soal geopolitik. Ini soal betapa dunia modern ternyata seperti anak kos: kelihatan mandiri, tapi kalau WiFi mati, hidup langsung kehilangan arah.

Lucunya, negara-negara besar yang selama ini sibuk bicara soal “kedaulatan digital” dan “ketahanan sistem”, mendadak terlihat seperti penumpang gelap yang lupa bayar iuran internet. Semua canggih, semua pintar, tapi lupa satu hal sederhana: jangan taruh semua kabel di satu tempat.

Dan kalau benar kabel itu diputus? Jangan bayangkan ledakan besar atau suara dramatis. Tidak. Yang terjadi justru lebih sunyi dan lebih mengganggu:
transaksi gagal, pesan tak terkirim, sistem error, dan manusia modern yang tiba-tiba harus… menunggu.

Sebuah aktivitas yang sudah lama punah.

Di titik itu, kita sadar: dunia ini bukan berhenti karena perang, tapi karena buffering.

Maka mungkin sudah saatnya kita jujur pada diri sendiri. Bahwa di balik semua jargon globalisasi, kecerdasan buatan, dan ekonomi digital, peradaban kita masih bisa dilumpuhkan oleh sesuatu yang sangat sederhana:

seutas kabel di dasar laut.

Dan ironisnya, kita semua sedang menggantungkan masa depan… pada kabel yang bahkan tidak pernah kita lihat.

 

 

Komentar