Rabu, 17 Juni 2026 | 19:52
Parodi

Dulu Yahudi Diselamatkan Persia, Kini Israel Malah Serang Iran

Dulu Yahudi Diselamatkan Persia, Kini Israel Malah Serang Iran
Ilustrasi Persia - Yahudi dan Iran - Israel (Dok Askara)

ASKARA - Sejarah kadang terasa seperti buku yang dibaca setengah lalu dilupakan. Di tengah panasnya konflik modern, muncul sindiran tajam: apakah Israel sedang “lupa halaman penting” dalam kisah masa lalunya?

Sekitar 2.500 tahun lalu, sosok Cyrus the Great dari Persia justru dikenal sebagai “penyelamat” bangsa Yahudi. Ia membebaskan mereka dari pembuangan di Babilonia, memberi izin pulang ke Yerusalem, bahkan mendukung pembangunan kembali tempat ibadah mereka.

Kalau memakai logika zaman sekarang, tindakan itu mungkin bisa disebut sebagai “bantuan kemanusiaan berskala kekaisaran”.

Namun roda sejarah berputar. Persia kuno menjelma menjadi Iran, sementara bangsa Yahudi kini memiliki negara modern, Israel. Yang tersisa bukan lagi kenangan persahabatan, melainkan ketegangan, ancaman, dan saling curiga.

Satirnya, jika Cyrus hidup hari ini, mungkin ia akan kebingungan melihat “hasil investasi sejarahnya”. Dulu membuka pintu kebebasan, kini keturunannya, secara geopolitik, justru saling mengunci dalam konflik.

Di dunia modern, sejarah tampaknya tidak selalu menjadi guru. Ia lebih sering menjadi arsip yang dibuka saat perlu, lalu ditutup kembali ketika tidak sesuai dengan kepentingan.

Ironi pun tak terelakkan:
yang dulu memberi jalan pulang,
kini dianggap lawan.

Dan mungkin, di sudut sunyi sejarah, ada satu pertanyaan sederhana yang menggantung, apakah manusia benar-benar belajar dari masa lalunya, atau hanya mengulangnya dengan cara yang lebih canggih?

 

Komentar