Minggu, 12 Juli 2026 | 12:12
NEWS

Iwakum Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Iwakum Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Korban Penyiraman Air Keras OTK, Andrie Yunus. (Dok)

ASKARA-Kalangan jurnalis ikut mengutuk keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koodinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang terjadi di Jakarta pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) dengan lantang mengecam keras aksi biadab tersebut. Kepala Departemen Advokasi Iwakum, Faisal Aristama, menyampaikan empati atas insiden yang menimpa Andrie Yunus setelah menjadi korban serangan orang tidak dikenal (OTK).

“Kami turut berempati Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jakarta,” kata Faisal dalam keterangan resminya, Jumat, 13 Maret 2026.

Pihaknya juga mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut. Aparat penegak hukum tegasnya harus segera mengungkap pelaku, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut.

“Kami mengutuk keras penyerangan tindakan pengecut biadab tersebut. Aparat penegak hukum harus segera menangkap pelaku, tidak hanya aktor lapangan, tapi aktor intelektual di balik serangan tersebut,” tegas Faisal.

Dia menilai pengungkapan kasus secara tuntas menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam menjamin keamanan para pembela hak asasi manusia. Juga memastikan praktik kekerasan terhadap aktivis tidak dibiarkan terjadi di ruang publik.

Sebab, katanya lagi, dalam Pasal 28 Ayat A-J UUD 1945 secara jelas dan terperinci bahwa hak asasi manusia harus dijunjung tinggi.

“Ini harus diusut tuntas hingga ke akar-akarnya,” tegas Aktivis Muda Muhammadiyah ini.

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus menyelesaikan perekaman siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB.

Tak lama setelah meninggalkan lokasi, Andrie Yunus diserang dengan cairan keras oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen.(dry)

Komentar