Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21
NEWS

ARUS MUDIK 2026

Diprediksikan 50 Persen Populasi Indonesia Mudik

Diprediksikan 50 Persen Populasi Indonesia Mudik
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan. (dok KWP)

ASKARA-Pemerintah memprediksi sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026.

Nah, untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan tersebut, Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai strategi pengaturan transportasi, stimulus ekonomi, hingga program mudik gratis guna memastikan arus mudik dan balik berlangsung aman serta lancar.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, dalam acara Dialektika Demokrasi bertema “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dia mengatakan prediksi tersebut merupakan hasil survei pergerakan masyarakat yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 50 persen populasi Indonesia.

“Walaupun prediksi tahun ini turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kita tetap harus waspada karena realisasi pergerakan pada Lebaran 2025 mencapai 154 juta orang, lebih tinggi dari prediksi,” kata Aan.

Pihaknya menegaskan pemerintah melakukan persiapan sejak dini agar potensi lonjakan pemudik dapat diantisipasi melalui kebijakan transportasi yang tidak sekadar bersifat rutinitas.

Berdasarkan hasil survei, wilayah asal pemudik terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat dengan persentase sekitar 21 persen. Di kawasan Jabodetabek, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah pemudik terbesar, mencapai 22,6 persen dari total pergerakan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Jawa Tengah menurutnya menjadi tujuan utama pemudik dengan jumlah sekitar 10,3 juta orang. Aan melanjutkan dari sisi moda transportasi, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat. Diperkirakan sekitar 24,9 juta orang akan menggunakan sepeda motor untuk mudik.

Adapun pengguna mobil pribadi sebagian besar memilih jalur tol, dengan persentase mencapai 66 persen. Sedangkan pengendara sepeda motor diperkirakan memanfaatkan jalur utama maupun jalur alternatif.

Aan mengatakan kalau pihaknya juga memetakan sejumlah simpul transportasi yang berpotensi mengalami kepadatan.Dijelaskannya untuk moda kereta api, Stasiun Pasar Senen diprediksi menjadi titik keberangkatan utama dengan tujuan favorit menuju Yogyakarta. Sementara di sektor penerbangan, Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan tetap menjadi pusat pergerakan penumpang terbesar.

Pada moda laut, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi titik keberangkatan utama dengan tujuan Surabaya melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Sedangkan Pelabuhan Merak tetap menjadi jalur utama penyeberangan menuju Bakauheni, Lampung.

Pihaknya mengatakan, pemerintah menetapkan kalender Angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 18 hari. Berdasarkan perhitungan Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 April 2026, sedangkan arus balik diprediksi terjadi pada 24 April 2026.

Aan mengatakan kebijakan fleksibilitas waktu perjalanan diharapkan dapat mendistribusikan arus pemudik agar tidak menumpuk pada hari-hari tertentu.

“Kami berharap pengaturan ini dapat membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak terjadi kepadatan pada tanggal-tanggal puncak,” ujarnya.(dry)

Komentar