Kamis, 04 Juni 2026 | 05:32
NEWS

Kaposwil Apresiasi TNI Bangun Jembatan Perintis Kala Ili di Linge

Kaposwil Apresiasi TNI Bangun Jembatan Perintis Kala Ili di Linge
Pembangunan jembatan gantung melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan TNI (Dok Askara)

ASKARA - Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Safrizal ZA, menyampaikan apresiasi atas pembangunan Jembatan Perintis Kala Ili di Desa Owaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan gantung sepanjang 100 meter tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat di wilayah pedalaman yang sebelumnya terisolasi akibat dampak bencana.

Menurut Safrizal, kehadiran jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk nyata komitmen negara dalam mempercepat pemulihan daerah terdampak. Infrastruktur tersebut membuka kembali konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Jembatan ini sangat penting untuk memperlancar hubungan antar desa dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Ini bukti nyata sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat pedalaman," ujarnya, Sabtu (28/2).

Jembatan gantung Kala Ili menghubungkan Desa Owaq dengan sejumlah desa lain, seperti Desa Linge, Desa Jamat, dan Desa Delung Sekinel. Sebelumnya, warga harus menempuh jalur memutar dan menantang untuk mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, maupun pasar.

Pembangunan jembatan tersebut melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan TNI, di antaranya Koramil 05/Linge, Yon TP 854/DK, serta Kompi B Yonif 114/Satria Musara. Dengan semangat gotong royong, prajurit TNI bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pembangunan jembatan dalam waktu relatif singkat.

Pangdam Iskandar Muda, Joko Hadi Susilo, turut menyampaikan progres pembangunan jembatan tersebut. Ia menegaskan bahwa jajaran Kodam Iskandar Muda berkomitmen mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Aceh, khususnya daerah terpencil dan terdampak bencana.

Pembangunan Jembatan Perintis Kala Ili diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan sosial di kawasan pedalaman Aceh Tengah.

Dengan rampungnya jembatan ini, harapan baru pun tumbuh di tengah masyarakat Linge, akses terbuka, aktivitas kembali normal, dan masa depan yang lebih terhubung.

 

Komentar