Rabu, 17 Juni 2026 | 21:23
NEWS

Sejahterakan Petani Cirebon, Prof Rokhmin Dahuri Hadirkan Kebijakan Berbasis Data

Sejahterakan Petani Cirebon, Prof Rokhmin Dahuri Hadirkan Kebijakan Berbasis Data
Prof. Rokhmin Dahuri berdialog dengan Kelompok Madu Tani III di Desa Gebang Udik (dok.askara)

ASKARA – Upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Cirebon terus digalakkan melalui pendekatan kebijakan yang berbasis data. Hal ini tercermin dalam kunjungan Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., ke Desa Gebang Udik, Kecamatan Gebang, pada Minggu (15/2/).  

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rokhmin menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat harus dicatat secara sistematis dan dijadikan landasan dalam penyusunan kebijakan. Menurutnya, data yang akurat mengenai kebutuhan, tantangan, dan capaian petani akan menjadi kunci agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran.  

Kelompok Madu Tani III di Desa Gebang Udik menjadi salah satu penerima manfaat dari program aspirasi yang diperjuangkan Prof. Rokhmin. Melalui dukungan Kementerian Pertanian, kelompok ini memperoleh bantuan traktor roda 4 yang telah digunakan selama tiga bulan terakhir. Bantuan tersebut terbukti memudahkan pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi kerja petani.  

“Alhamdulillah, para petani sangat terbantu dengan adanya traktor roda 4. Sawah lebih cepat digarap, dan kami berharap hasil panen semakin meningkat,” ungkap Tiroh, Ketua Kelompok Madu Tani III.  

Traktor ini bukan sekadar mesin, melainkan simbol perjuangan aspirasi. Melalui jalur politik dan program aspirasi, Prof. Rokhmin berhasil membawa bantuan dari Kementerian Pertanian langsung ke tangan petani. Sawah yang ditanami padi, jagung, bawang, dan tebu kini digarap dengan lebih cepat, lebih efisien, dan lebih bersemangat.

Prof. Rokhmin mengingatkan agar bantuan yang diterima dijaga dengan baik. Ia menekankan pentingnya perawatan rutin agar traktor tetap dalam kondisi prima dan dapat digunakan dalam jangka panjang. “Kalau traktor sudah digunakan, ada baiknya dibersihkan. Mesin dikontrol dan dirawat, supaya kondisinya tetap bagus. Dengan adanya traktor ini, semoga hasil panen makin banyak dan pendapatan petani jadi lebih besar,” ujar Rektor Universitas UMMI Bogor ini.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa bantuan traktor adalah bukti nyata komitmennya terhadap rakyat. “Saya bukan kacang lupa kulit. Sebagai anggota DPR RI dari dapil Cirebon-Indramayu, saya perjuangkan dan realisasi aspirasi masyarakat,” tegasnya, meneguhkan ikatan emosional dengan tanah kelahirannya.

Sebagai politisi yang lahir di Gebang, Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya petani. Ia menekankan bahwa setiap aspirasi akan diperjuangkan, meski prosesnya bertahap sesuai dengan keterbatasan anggaran. “Tidak semua bisa diwujudkan sekaligus. Ada proses dan waktu. Tetap bersabar, karena satu demi satu aspirasi masyarakat akan direalisasikan,” jelasnya.  

Dengan pendekatan berbasis data, aspirasi masyarakat tidak hanya menjadi catatan, tetapi juga pijakan nyata dalam merumuskan kebijakan. Harapannya, kesejahteraan petani Cirebon dapat meningkat secara berkelanjutan, seiring dengan hadirnya program yang terukur, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan riil di lapangan.  

Prof. Rokhmin juga mengingatkan bahwa perjuangan aspirasi adalah proses panjang. Tidak semua bisa diwujudkan sekaligus, karena anggaran terbatas. “Tetap bersabar dan saling mengingatkan. Satu demi satu aspirasi masyarakat akan direalisasikan,” pungkasnya, menyalakan api harapan di tengah para petani.  

Kunjungan ini pun menjadi bukti bahwa politik aspirasi bukan sekadar janji, melainkan kerja nyata. Di Gebang, suara rakyat berbuah traktor, dan traktor berbuah harapan.

Komentar