Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:03
MILITER

Ledakan di Pantai Sungailiat, TNI AL Laksanakan 'Perang' Pantai

Ledakan di Pantai Sungailiat, TNI AL Laksanakan 'Perang' Pantai
Ledakan di Pantai Sungailiat, TNI AL simulasi perang pantai (Dok Dispenkodaeral4)

ASKARA - TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV kembali menegaskan kesiapan menjaga garis pantai Indonesia. Salah satunya dilakukan lewat Management Control Lapangan (Manlap) dalam rangka Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) TA 2025, yang digelar di Pantai Nelayan, Sungailiat, Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla bertindak sebagai Pangkogasgabhantai sekaligus memimpin pengendalian, pengawasan, dan evaluasi jalannya latihan dari awal hingga akhir.

Latopshantai kali ini menjadi ajang penting untuk memastikan seluruh unsur TNI AL benar-benar siap menghadapi berbagai skenario ancaman di wilayah pesisir, termasuk operasi pertahanan pantai terpadu.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan, latihan ini melibatkan kekuatan besar, terdiri dari 9 KRI, 7 pesawat udara, serta 1.443 personel gabungan dari unsur laut dan Korps Marinir.

Latihan tersebut menekankan pada kesiapan tempur, ketepatan prosedur operasi, serta koordinasi lintas unsur laut, udara, dan marinir agar berjalan solid dalam satu komando.

Kehadiran Komandan Kodaeral IV mendampingi Kasal juga menjadi simbol kuat bahwa TNI AL di wilayah perbatasan terus memperkuat sinergi dan soliditas, sekaligus memastikan kesiapsiagaan satuan di lapangan tidak sekadar di atas kertas.

Latihan ini pun menarik perhatian warga sekitar Sungailiat. Sejumlah masyarakat tampak antusias menyaksikan langsung berbagai manuver, simulasi pertempuran, efek ledakan, peluncuran roket, hingga rentetan tembakan yang menggambarkan skenario operasi pertahanan pantai.

Raut kagum dan bangga terlihat dari warga yang menyaksikan latihan, karena untuk pertama kalinya mereka dapat melihat secara langsung bagaimana TNI AL bekerja dalam latihan tempur berskala besar.

Melalui Latopshantai ini, TNI AL berharap seluruh unsur yang terlibat semakin profesional, teruji, dan tangguh dalam menghadapi potensi ancaman di wilayah pesisir Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen menjaga kedaulatan NKRI di laut dan pantai.

 

Komentar