Nyadran Digelar di Sejumlah Situs Leluhur Banjarnegara, Tenong Kembali Dihidupkan
ASKARA - Tradisi Nyadran kembali digelar di sejumlah situs leluhur di Banjarnegara menjelang bulan suci Ramadan. Kegiatan sakral ini berlangsung di Makam Ki Ageng Penjawi, Kebanaran, Kecamatan Mandiraja; di Pesarean Warga Hutama, Kiringan, Klampok; serta di Petilasan Sunan Geseng Trenggiling, Gumelem.
Rangkaian Nyadran menjadi momen bagi masyarakat untuk berziarah, memanjatkan doa bagi leluhur, sekaligus mempererat kebersamaan. Suasana khidmat terasa saat warga mengikuti doa bersama, pembacaan Surat Yasin, dan tahlil.
Selain berdoa, masyarakat juga melakukan bersih-bersih makam sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendahulu yang telah mewariskan nilai, sejarah, dan peradaban bagi generasi sekarang. Tradisi ini tidak hanya dipandang sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai cara menjaga ingatan kolektif dan harmoni sosial.
Dalam pelaksanaannya, tradisi tenong kembali dihidupkan. Hampir 100 tenong tersaji di pendopo, digunakan warga untuk membawa nasi dan lauk-pauk. Selain sarat makna kebersamaan, pengaktifan kembali tenong juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat desa karena mendorong perputaran usaha lokal.
R.Ngt Arini (Dewi) dari PMBN Banyumas Raya menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Dinas Pendidikan agar anak-anak usia sekolah dapat dilibatkan dalam kegiatan adat seperti Nyadran. Menurutnya, agenda semacam ini perlu masuk dalam kurikulum pelestarian budaya sebagai bentuk kaderisasi generasi penerus.
“Anak-anak wajib belajar agama, namun adat jangan sampai ditinggalkan,” ujar Arini, Kamis (12/2).
Ia juga mendorong adanya pembenahan lokasi pesarean dan petilasan agar dapat ditetapkan sebagai cagar budaya, sekaligus menjadi ruang edukasi sejarah dan kebudayaan bagi masyarakat luas.
Nyadran di Kebanaran, Klampok, hingga Gumelem menjadi pengingat bahwa spiritualitas dan budaya dapat berjalan beriringan. Di tengah arus modernisasi, masyarakat Banjarnegara tetap meneguhkan jati diri: menjaga tradisi, merawat sejarah, dan menyiapkan generasi yang berakar kuat pada nilai agama sekaligus budaya leluhur.

Komentar