Eyang Meri Wafat di Usia 100, Cinta Abadi Hoegeng
ASKARA - Duka menyelimuti keluarga besar Hoegeng Iman Santoso. Meriyati Roeslani Hoegeng, istri setia mendiang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, wafat setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya. Almarhumah menghembuskan napas terakhir pada Selasa siang dalam usia genap 100 tahun.
Sebelum berpulang, Meriyati sempat menjalani perawatan medis selama kurang lebih dua pekan. Putranya, Aditya Hoegeng, mengenang bahwa sang ibu sempat menunjukkan tanda-tanda membaik setelah perawatan pertama di rumah sakit pada pertengahan Oktober 2025, hingga diizinkan kembali ke rumah.
“Waktu itu ibu sempat sehat dan boleh pulang. Kami bersyukur karena beliau masih bisa berkumpul bersama keluarga,” ujar Aditya di rumah duka Pesona Khayangan, Depok, Selasa (3/2/2026).
Namun kondisi kesehatan Meriyati kembali menurun sehingga harus menjalani perawatan lanjutan. Hingga akhirnya, pada pukul 13.24 WIB, almarhumah berpulang dengan tenang, dikelilingi doa dan kasih keluarga.
Jenazah Meriyati akan dimakamkan di TPBU Giri Tama Tonjong, Kabupaten Bogor, di lokasi yang berdekatan dengan makam sang suami, sesuai dengan wasiat keluarga. Pilihan tersebut berangkat dari pesan mendalam almarhum Jenderal Hoegeng yang menginginkan keabadian sederhana bersama pasangan hidupnya.
“Bapak pernah mengatakan, kalau beliau dimakamkan di taman makam pahlawan, ibu tidak bisa berada di sampingnya. Itu alasan beliau memilih dimakamkan di Tonjong,” tutur Aditya dengan mata berkaca-kaca.
Meriyati, yang akrab disapa Eyang Meri, lahir di Yogyakarta pada 23 Juni 1925. Ia adalah putri dari dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Pernikahannya dengan Hoegeng Iman Santoso pada 1946 menjadi awal perjalanan panjang sebuah keluarga yang dikenal publik sebagai simbol kejujuran, kesederhanaan, dan keteguhan prinsip.
Sepanjang hidupnya, Meriyati memilih berada di balik layar, setia mendampingi sang suami dalam pengabdian kepada negara. Kepergiannya menutup satu bab penting dalam kisah keteladanan keluarga Hoegeng, meninggalkan jejak nilai yang akan terus dikenang lintas generasi.

Komentar