Piramid Misterius Diduga Terkubur di Baduy, Kesaksian Mengejutkan Muncul
ASKARA - Dugaan keberadaan struktur piramid atau punden berundak di kawasan Pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak, Banten, kembali mencuat ke publik. Struktur batu tersebut diduga merupakan situs purba yang terkubur akibat bencana alam besar, termasuk kemungkinan letusan Gunung Krakatau dan peristiwa geologis lainnya.
Informasi ini disampaikan Cahaya Adi Wibowo, praktisi spiritual yang mengaku menyaksikan langsung keberadaan struktur tersebut saat melakukan perjalanan lapangan bersama sejumlah perwira TNI, usai menemui Kepala Suku Baduy Dalam yang dikenal dengan sebutan Puun.
"Di tengah perjalanan, kami menemukan batu yang menyembul dari tanah, bentuknya jelas menyerupai piramid. Tingginya sekitar satu setengah meter dan sebagian besar sudah ditumbuhi lumut," ujar Cahaya, saat menceritakan pengalamannya, Jumat (30/1).
Menurut Adi Wibowo, temuan tersebut bukan satu-satunya. Rombongan kemudian kembali menemukan batu berbentuk piramid lain dengan ukuran yang jauh lebih besar. Struktur itu memiliki diameter dan ketinggian yang lebih mencolok, dengan sejumlah bulatan pada permukaannya.
"Yang menarik, pada batu itu juga terlihat goresan yang menyerupai tulisan aksara kuno. Ini yang membuat kami semakin yakin bahwa batu tersebut bukan bentukan alam biasa," katanya.
Wibowo menuturkan, kawasan Kendeng Lebak, secara historis berada di wilayah yang rawan bencana besar. Ia menduga, struktur tersebut merupakan bagian dari bangunan purba yang terkubur material alam akibat letusan gunung, gempa bumi, atau longsor dalam rentang waktu yang sangat panjang.
"Kalau melihat kondisi wilayah dan sejarah bencananya, sangat mungkin situs ini terkubur oleh peristiwa alam besar. Yang tampak sekarang bisa jadi hanya puncaknya saja," ujarnya.
Sebagai praktisi spiritual, Cahaya juga menyebut kawasan tersebut memiliki karakter energi yang berbeda dibandingkan wilayah sekitarnya. Namun ia menegaskan bahwa kesaksian lapangan ini tetap perlu diuji melalui pendekatan ilmiah.
"Saya melihatnya dari pengalaman lapangan dan kepekaan batin, tapi pembuktian tetap harus dilakukan secara ilmiah. Ini perlu diteliti secara terbuka agar tidak berhenti sebagai cerita," katanya.
Hingga kini, belum ada penelitian arkeologis resmi yang dilakukan di lokasi tersebut. Sejumlah pengamat menilai kawasan Pegunungan Kendeng dan Lebak layak menjadi prioritas riset multidisipliner, mengingat kuatnya indikasi situs megalitik yang belum terungkap.
Jika dugaan tersebut terbukti, temuan ini berpotensi memperkaya pemahaman tentang sejarah peradaban Nusantara, khususnya di wilayah barat Jawa, serta membuka kembali diskusi tentang peradaban tua yang kemungkinan pernah berkembang dan kemudian terkubur oleh bencana alam besar.

Komentar