Jumat, 18 September 2026 | 22:14
NEWS

Perdagangan Indonesia-Rumania Melonjak, Kemitraan Ekonomi Makin Erat

Perdagangan Indonesia-Rumania Melonjak, Kemitraan Ekonomi Makin Erat
Pertunjukan seni budaya Indonesia pada Resepsi Diplomatik HUT ke-81 RI di Bucharest (17/9) (Dok Enjay)

ASKARA - Hubungan Indonesia dan Rumania memasuki fase baru. Bukan hanya hubungan diplomatik yang terus terjaga, tetapi juga kemitraan ekonomi yang semakin menunjukkan potensi besar.

Kenaikan nilai perdagangan kedua negara menjadi salah satu indikatornya. Dalam tujuh bulan pertama 2026, perdagangan Indonesia-Rumania mencapai USD571,6 juta, melonjak sekitar 240 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka USD168 juta.

Angka tersebut bahkan telah melampaui total perdagangan sepanjang 2025 yang tercatat USD317,7 juta, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam sejarah hubungan perdagangan kedua negara.

Fakta tersebut mengemuka dalam resepsi diplomatik memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar KBRI Bucharest, Kamis (17/9).

Duta Besar RI untuk Rumania dan Republik Moldova, Meidyatama Suryodiningrat, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan besarnya ruang kerja sama ekonomi yang dapat dikembangkan kedua negara.

“Hubungan bilateral Indonesia dan Rumania telah terjalin kuat sejak 1950. Kini, kedua negara tengah membangun landasan kerja sama ekonomi yang saling melengkapi, bukan saling bersaing,” kata Meidyatama.

Menurut Meidyatama, posisi perdagangan kedua negara juga terus berkembang. Pada 2022, Indonesia tercatat sebagai mitra dagang terbesar kelima Rumania di Asia Tenggara. Perkembangan perdagangan hingga Juli 2026 dinilai membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu mitra dagang utama Rumania di kawasan.

Dari total perdagangan Januari-Juli 2026 tersebut, ekspor Indonesia ke Rumania mencapai USD541,1 juta. Besarnya kontribusi ekspor tersebut sekaligus memperlihatkan posisi Indonesia dalam hubungan perdagangan bilateral yang terus menguat.

Meidyatama juga menyoroti pentingnya percepatan proses ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA). Menurutnya, kesepakatan tersebut dapat memperluas akses pasar sekaligus membuka ruang perdagangan dan investasi yang lebih besar antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa, termasuk Rumania.

Dukungan serupa disampaikan Ana Cristina Tinca, Secretary of State for Strategic and Global Affairs Kementerian Luar Negeri Rumania. Ia menilai perdagangan merupakan salah satu bidang kerja sama yang memiliki potensi besar antara kedua negara.

Peluang tersebut, menurutnya, juga dapat dikembangkan dalam kerangka hubungan yang lebih luas antara Uni Eropa dan ASEAN.

Optimisme kerja sama Indonesia-Rumania tidak hanya terlihat dari angka perdagangan. Hubungan kedua negara juga memiliki ruang pengembangan di bidang pariwisata, ketenagakerjaan dan berbagai sektor ekonomi lainnya.

Dalam resepsi diplomatik tersebut, lebih dari 250 tamu hadir, terdiri atas pejabat pemerintah Rumania, korps diplomatik, mitra kerja, sahabat Indonesia dan undangan lainnya.

Suasana Indonesia juga hadir melalui pertunjukan seni budaya. Para tamu menikmati Tari Kembang Girang dan Joged Bumbung yang diiringi gamelan bambu, Tari Kecak dari Sanggar Seni Jepun Bali Bucharest, serta pertunjukan angklung dan angklung interaktif yang melibatkan Tim Kesenian KBRI Bucharest, mahasiswa Indonesia di Rumania dan asosiasi mahasiswa Rumania.

Kuliner khas Indonesia turut melengkapi resepsi tersebut, memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada para tamu.

Dengan hubungan diplomatik yang telah berlangsung sejak 1950 dan tren perdagangan yang semakin positif, Indonesia dan Rumania kini memiliki modal kuat untuk memperluas kemitraan.

Data perdagangan Januari-Juli 2026 memberikan sinyal yang jelas: hubungan ekonomi Indonesia-Rumania tidak lagi sekadar memiliki potensi, tetapi mulai menunjukkan angka yang konkret.

 

Komentar