Kamis, 04 Juni 2026 | 07:32
NEWS

Jejak Peradaban Nusantara

Arca Domas di Situs Cibalay Berusia 6000 Tahun Sebelum Masehi

Arca Domas di Situs Cibalay Berusia 6000 Tahun Sebelum Masehi
Situs Cibalay di Bogor, Jawa Barat (Dok Trip Trus)

ASKARA - Situs Cibalay di kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor, kembali menarik perhatian sejarawan, pemerhati budaya, dan pegiat spiritual. Sejumlah kalangan meyakini keberadaan Arca Domas di kawasan tersebut merupakan tinggalan peradaban sangat tua, dengan dugaan usia mencapai sekitar 6.000 tahun sebelum Masehi.

Di kawasan situs ini, batu-batu besar tampak tersusun secara alami sekaligus terkesan disengaja. Susunan tersebut diyakini bukan sekadar artefak biasa, melainkan bagian dari struktur ruang sakral yang digunakan manusia purba untuk melakukan ritual penyelarasan diri dengan alam dan semesta.

Menurut kepercayaan yang berkembang, Arca Domas berfungsi sebagai penanda kosmologis, tempat manusia purba memahami hubungan antara langit, bumi, dan kehidupan. Lokasi Situs Cibalay yang berada di kaki Gunung Salak juga dipercaya memiliki nilai spiritual tinggi karena dianggap sebagai titik pertemuan energi alam.

Sejumlah peneliti budaya menilai, keberadaan batu-batu besar di Situs Cibalay menunjukkan adanya pengetahuan tata ruang dan simbolik yang telah berkembang jauh sebelum masa sejarah tertulis. Hal ini menguatkan dugaan bahwa Nusantara telah memiliki peradaban awal dengan kesadaran spiritual dan lingkungan yang kuat.

Meski masih memerlukan kajian ilmiah lanjutan, Situs Cibalay dan Arca Domas terus menjadi objek penelitian sekaligus ziarah budaya. Perpaduan antara data arkeologis, tradisi lisan, dan kepercayaan lokal menjadikan situs ini penting dalam upaya memahami akar peradaban awal di Indonesia.

Pemerhati budaya berharap, keberadaan Situs Cibalay dapat dijaga dan dilestarikan sebagai warisan sejarah dan spiritual Nusantara, agar tidak hilang tergerus pembangunan dan tetap menjadi ruang refleksi tentang hubungan manusia, alam, dan semesta sejak ribuan tahun silam.

 

 

Komentar