Trauma Klaim Paten, Inventor Lokal Minta Perlindungan Negara
ASKARA - Seorang inventor lokal berinisial JU menyuarakan harapannya agar pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), memberikan perlindungan dan kemudahan bagi anak bangsa dalam mendaftarkan hak cipta dan paten hasil penelitian.
JU, yang ditemui awak media pada Jumat (23/1/2026) di Warteg Bumi Bahari, Jalan Kemakmuran Raya, Mekar Jaya, Sukmajaya, Kota Depok, mengaku mengapresiasi dorongan Presiden RI yang mendorong perguruan tinggi dan masyarakat untuk aktif melakukan penelitian dan inovasi.
Namun demikian, JU mengungkapkan trauma masa lalu saat salah satu penemuannya didaftarkan ke kantor hak cipta, tetapi tak kunjung mendapat kejelasan. Ia terkejut ketika kemudian muncul paten serupa dari luar negeri, khususnya Jepang, dengan bahasa kanji, sementara data pendaftarannya justru tercatat ditarik tanpa sepengetahuannya.
“Saya tidak pernah menarik data, tapi di sistem tertulis ditarik. Ini yang membuat saya khawatir dan trauma untuk mendaftarkan kembali,” ujarnya.
JU menjelaskan, dirinya kerap memiliki gagasan dan penemuan sederhana, meski mengakui keterbatasan dalam hal administrasi dan teknologi. Ia berharap prosedur pendaftaran hak cipta dan paten dapat dipermudah dan lebih terjangkau, agar para penemu tidak ragu mengamankan karya mereka sebelum dipublikasikan.
Beberapa penemuan yang pernah ia ajukan antara lain konstruksi botol semprot praktis yang memungkinkan cairan keluar tanpa alat bantu tangan, desain golongan darah yang ditujukan untuk memudahkan tenaga kesehatan, serta desain pelek kendaraan “tanduk tinggi sebelah” yang diklaim mampu menjaga stabilitas mobil saat ban meletus.
Menurutnya, manfaat utama dari paten bukan semata materi, melainkan ketenangan hukum dan pengakuan orisinalitas, baik secara nasional maupun internasional.
“Setidaknya kita yakin itu bukan penjiplakan dan benar-benar karya asli anak bangsa,” katanya.
Meski hingga kini belum merasakan manfaat ekonomi dari penemuan-penemuannya, JU berharap ada pihak yang dapat menindaklanjuti dan mengaplikasikan hasil inovasi tersebut untuk kepentingan masyarakat luas.
Ia pun menutup pernyataannya dengan harapan agar negara terus hadir memberikan apresiasi dan kemudahan bagi para penemu.
“Banyak orang pintar menemukan sesuatu, tapi tidak semua paham administrasi. Kalau dipermudah, saya yakin inovasi anak bangsa akan jauh lebih maju,” pungkasnya.

Komentar