Rabu, 22 Juli 2026 | 04:19
CULINARY

Papeda, Warisan Kuliner Timur Indonesia yang Kaya Makna

Papeda, Warisan Kuliner Timur Indonesia yang Kaya Makna
Hery dan Fatah makan papeda (Dok Hery)

ASKARA - Papeda merupakan salah satu makanan khas dari wilayah timur Indonesia, khususnya Papua dan Maluku, yang hingga kini tetap lestari sebagai bagian penting dari budaya masyarakat setempat. Makanan berbahan dasar sagu ini dikenal dengan teksturnya yang kental dan lengket, serta cita rasa yang sederhana namun sarat nilai tradisi.

Papeda dibuat dari tepung sagu yang diseduh dengan air panas hingga berubah menjadi bubur bening berwarna putih. Dalam penyajiannya, papeda biasanya disantap bersama ikan kuah kuning berbumbu rempah, seperti ikan tongkol atau mubara, serta dilengkapi sayur ganemo atau kangkung. Perpaduan ini menghasilkan rasa gurih dan segar yang menjadi ciri khas kuliner Papua dan Maluku.

Lebih dari sekadar makanan, papeda memiliki makna sosial dan budaya yang kuat. Di Papua, papeda kerap disajikan dalam acara adat, pertemuan keluarga, hingga jamuan kehormatan bagi tamu. Proses menyantap papeda pun unik, menggunakan sumpit atau alat khusus karena teksturnya yang lengket.

Di tengah gempuran makanan modern, papeda tetap dipertahankan sebagai simbol identitas dan ketahanan pangan lokal. Sagu sebagai bahan utama dinilai lebih ramah lingkungan dan telah lama menjadi sumber pangan pokok masyarakat pesisir dan pedalaman Papua.

Seiring meningkatnya minat terhadap kuliner nusantara, papeda kini mulai diperkenalkan di berbagai festival makanan dan restoran khas Indonesia di sejumlah kota besar. Upaya ini diharapkan dapat memperluas pengenalan papeda sekaligus melestarikan warisan kuliner tradisional Indonesia Timur kepada generasi muda.

 

 

Komentar