Senin, 03 Agustus 2026 | 05:00
COMMUNITY

Sanggar Melukis RT 05/06 CBS Ajak Anak Melukis di Tebet Eco Park

Sanggar Melukis RT 05/06 CBS Ajak Anak Melukis di Tebet Eco Park
Sanggar Melukis RT 05/06 CBS ajak anak melukis di Tebet Eco Park (Dok Askara)

ASKARA - Mengisi masa liburan sekolah dengan kegiatan positif, Sanggar Melukis RT 05 RW 06 Kelurahan Cipinang Besar Selatan (CBS), Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mengajak anak-anak melukis bebas di kawasan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang diikuti anak-anak usia PAUD, TK hingga Sekolah Dasar ini mengusung tema “Taman Tebet Eco Park”. Para peserta datang bersama orang tua sebagai pendamping dan tampak antusias mengekspresikan imajinasi mereka di ruang terbuka hijau.

Meski suasana taman cukup ramai oleh pengunjung, konsentrasi anak-anak tidak terganggu. Dengan alat lukis sederhana, mereka menuangkan beragam objek yang dilihat di sekitar taman, mulai dari pepohonan, danau, hingga aktivitas pengunjung.

Ketua RT 05 RW 06 CBS, Irawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda perdana sanggar yang dilaksanakan di luar wilayah lingkungan RT.

“Selama ini kegiatan sanggar rutin kami lakukan setiap Minggu sore di lingkungan RT. Kali ini kami sengaja membawa anak-anak keluar agar mereka punya ruang lebih luas untuk berekspresi,” ujar Irawan.

Menurutnya, melukis bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang, tetapi memiliki dampak positif bagi perkembangan psikologis dan fokus anak.

“Sering dianggap sepele, padahal melukis sangat baik untuk tumbuh kembang anak. Ini terbukti, meski di sekitar ramai, mereka tetap fokus dengan karyanya masing-masing,” tambahnya.

Guru melukis Sanggar Melukis RT 05 RW 06 CBS, Tarno, menjelaskan bahwa meski konsepnya melukis bebas, anak-anak tetap mendapatkan pendampingan.

“Bebas bukan berarti tanpa arahan. Anak-anak tetap dibimbing agar bisa menangkap objek secara lebih spesifik, apalagi mayoritas peserta masih PAUD, TK, dan SD kelas bawah,” jelasnya.

Ia berharap pengalaman melukis di alam terbuka ini dapat menambah semangat belajar dan kepercayaan diri anak-anak.

Antusiasme juga datang dari para orang tua. Junia, salah satu orang tua peserta, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Kegiatannya super amaze. Anak-anak bisa eksplor di luar rumah, bahkan naik odong-odong bareng teman-temannya. Ini pengalaman baru yang berkesan,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan melukis di ruang terbuka sangat relevan di tengah era digital yang membuat anak-anak cenderung pasif.

“Anak usia PAUD, TK, SD memang perlu dikenalkan dengan alam. Menggambar dan mewarnai di luar ruangan seperti ini sangat edukatif,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Nuraini, orang tua peserta lainnya, yang berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut.

“Alhamdulillah anak-anak difasilitasi mewarnai. Semoga kegiatan ini konsisten dan makin sering,” ucapnya.

Tak hanya melukis, kegiatan ini juga melibatkan Laskar Tangguh, organisasi kepemudaan RT 05 RW 06 CBS. Para pemuda melakukan aksi bersih-bersih taman dengan mengumpulkan sampah pengunjung.

Sekretaris Laskar Tangguh, Dika, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak.

“Anak-anak bisa belajar seni, bersosialisasi, sekaligus peduli lingkungan. Ini contoh kegiatan positif yang bisa ditiru komunitas lain,” katanya.

Dalam aksi tersebut, Laskar Tangguh yang dikomandoi Surya berhasil mengumpulkan sekitar lima polybag besar sampah dalam waktu kurang lebih satu jam.

“Seru dan bermanfaat. Anak-anak bahagia, berani menuangkan ide, dan sekaligus belajar peduli kebersihan,” pungkas Surya.

Ke depan, pengurus RT 05 RW 06 CBS berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin bulanan dengan mengunjungi taman-taman di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, sebagai bagian dari komitmen membangun sumber daya manusia sejak usia dini.

 

 

Komentar