Detik-Detik Terakhir Romo FX Mudji Sutrisno Sebelum Wafat
ASKARA - Kronologi wafatnya Romo Prof. Dr. Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ, terungkap dari kesaksian orang-orang terdekat yang mendampingi sejak pagi hingga malam hari sebelum beliau menghembuskan napas terakhir.
Pada Minggu dini hari, Romo Mudji baru tiba di Jakarta sekitar pukul 04.00 WIB setelah perjalanan dari Jawa Tengah. Meski belum sempat beristirahat, pada pukul 07.30 WIB Romo Mudji tetap memimpin misa pagi. Dalam kondisi tersebut, Romo Mudji mengaku merasa “nggliyer” atau pusing, namun menolak untuk digantikan dan memilih menyelesaikan misa hingga tuntas.
Usai misa dan sarapan, kondisi Romo Mudji kembali menurun. Ia berjalan menuju kamar dengan dituntun karena kembali merasa pusing. Dua orang dokter sempat memeriksa kondisinya dan menyarankan agar beliau beristirahat di kamar.
Namun, sekitar pukul 18.30 WIB, kondisi Romo Mudji memburuk sehingga harus segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setibanya di IGD sekitar pukul 19.00 WIB, beliau mengalami sesak napas berat, tubuh terasa sangat dingin, dan terjadi kolaps pada pembuluh darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya edema paru.
Tim medis melakukan tindakan intubasi sebanyak dua kali dan berhasil. Namun sekitar 15–20 menit kemudian, Romo Mudji mengalami apnea atau henti napas. Upaya resusitasi jantung paru (RJP) dilakukan secara intensif selama kurang lebih satu jam.
Meski telah dilakukan penanganan maksimal, Romo Prof. Dr. Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ, akhirnya dinyatakan wafat dan dipanggil Tuhan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi Gereja, dunia kebudayaan, serta banyak umat dan sahabat yang mengenalnya sebagai sosok rendah hati, setia, dan penuh pengabdian.

Komentar