Yayasan Hakka Aceh Gaspol Bersihkan Desa Terdampak
ASKARA - Yayasan Hakka Aceh bersama Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Aceh dan Persaudaraan Masyarakat Tionghoa Aceh (PerMaTA) terus mengintensifkan langkah kemanusiaan melalui sejumlah program tanggap darurat di berbagai wilayah Aceh.
Ketua Yayasan Hakka Aceh, Aky, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian skala prioritas program bantuan sembako. Bantuan sembako tanggap darurat tetap berjalan, namun difokuskan secara lebih selektif agar distribusi bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain itu, Yayasan Hakka Aceh juga mempersiapkan pelaksanaan program pembersihan sumur warga, khususnya di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Program ini direncanakan segera dilaksanakan setelah adanya kesepakatan bersama dengan Camat Peudada dan berdasarkan data sumur warga yang telah dihimpun sebelumnya.
Program lain yang menjadi prioritas adalah pembersihan timbunan pasir dan lumpur di jalan desa serta kawasan permukiman penduduk. Kegiatan ini ditargetkan mulai berjalan di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, dengan cakupan sebanyak 12 desa terdampak.
Aky menjelaskan, upaya pembersihan ini bertujuan memulihkan akses jalan dan aktivitas warga agar dapat kembali berjalan normal pascabencana. Dukungan alat berat menjadi faktor penting dalam percepatan pelaksanaan program di lapangan.
Yayasan Hakka Aceh secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Acai dari Jakarta yang telah memberikan dukungan berupa pengiriman empat unit alat berat jenis beko atau excavator untuk mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Bantuan alat berat ini sangat berarti bagi kami dan masyarakat. Ini menjadi bukti nyata solidaritas dan kepedulian lintas daerah untuk Aceh,” ujar Aky, Senin (29/12).
Melalui sinergi Yayasan Hakka Aceh, FOBI Aceh, dan PerMaTA, rangkaian program kemanusiaan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan lingkungan dan fasilitas umum di wilayah terdampak.

Komentar