Air Misterius Gunung Padang Dipercaya Menyembuhkan, pH Di Atas Tujuh
ASKARA - Langkah pertama menuju teras-teras megalitikum Gunung Padang tidak langsung dimulai dari susunan batu purba. Ia justru diawali oleh sebuah mata air kecil yang mengalir tenang di dekat pintu masuk tangga utama. Bagi sebagian orang, air ini bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan gerbang awal menuju proses pembersihan diri.
Sumber mata air tersebut dipercaya masyarakat dan para peziarah memiliki khasiat penyembuhan. Secara alami, air ini diketahui memiliki kadar pH di atas 7, menjadikannya bersifat basa. Kondisi itu kerap dikaitkan dengan rasa segar yang tertinggal di tubuh setelah diminum atau digunakan untuk membasuh wajah dan kepala.
Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, menyebut bahwa keberadaan mata air ini telah lama menjadi bagian dari tata laku sebelum seseorang menaiki tangga menuju kawasan inti situs.
"Saya selalu menyarankan, sebelum naik, pengunjung mencuci tangan, membasuh muka dan kepala, lalu meminum air ini tiga kali. Itu sudah jadi kebiasaan turun-temurun di sini," kata Nanang, Senin (29/12).
Menurut Nanang, anjuran tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai ritual fisik, tetapi juga simbol kesiapan batin. Gunung Padang, dalam pandangan masyarakat sekitar, bukan hanya ruang arkeologis, melainkan lanskap yang menyimpan nilai spiritual dan energi alam.
Air dari mata air ini mengalir langsung dari perut bumi punden berundak Gunung Padang, tanpa pengolahan atau campuran bahan kimia. Karena itulah, banyak pengunjung percaya air tersebut membawa keseimbangan alami bagi tubuh. Namun kepercayaan ini lebih banyak hidup sebagai tradisi dan pengalaman personal, bukan klaim medis.
Menariknya, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Gunung Padang pun kerap mengikuti anjuran tersebut. Mereka memandang mata air ini sebagai bagian dari pengalaman budaya, sebuah perjumpaan dengan cara pandang lokal yang menempatkan alam sebagai mitra, bukan sekadar objek.
Di tengah perdebatan akademik mengenai usia dan fungsi Gunung Padang, mata air ini seolah menjadi pengingat bahwa situs tersebut bukan hanya soal batu dan struktur. Ia juga tentang relasi manusia dengan alam, tentang keyakinan yang tumbuh diam-diam dan bertahan lintas generasi.
Pengelola situs mengimbau agar pengunjung tetap menjaga kesadaran dan etika. Mata air ini bukan tempat eksploitasi, melainkan ruang penghormatan. Airnya boleh digunakan secukupnya, tetapi nilainya jauh melampaui sekadar cairan yang mengalir.
Di Gunung Padang, sebelum kaki melangkah ke masa lalu, tubuh dan batin diajak berhenti sejenak, di depan mata air sunyi yang dipercaya mampu menyembuhkan, setidaknya rasa lelah dan kegelisahan manusia modern.

Komentar