Selasa, 21 Juli 2026 | 18:16
NEWS

Sosialisasi 4 Pilar di Cirebon, Prof. Rokhmin Dahuri Tegaskan 4 Pilar Kebangsaan Kunci Indonesia Maju

Sosialisasi 4 Pilar di Cirebon, Prof. Rokhmin Dahuri Tegaskan 4 Pilar Kebangsaan Kunci Indonesia Maju
Anggota MPR-DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., (dok.caruban)

ASKARA – Anggota MPR-DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menekankan bahwa setiap anak bangsa harus memiliki etos kerja yang tinggi, unggul, disiplin, rajin, ulet, serta berakhlak mulia. Menurutnya, kejujuran, kecerdasan, visi jauh ke depan, kesabaran, dan rasa syukur adalah fondasi penting yang tidak boleh dilupakan dalam membangun bangsa yang maju dan bermartabat.  

Pesan tersebut disampaikan Prof. Rokhmin saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Selasa (23/12/2025) di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Acara yang dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan anak muda, kaum ibu, dan bapak ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebangsaan.  

Dalam paparannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor (UMMI) itu menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI terdiri dari:  
- Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa,  
- UUD 1945 sebagai konstitusi dan aturan hukum tertinggi,  
- NKRI sebagai bentuk final negara,  
- Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang meneguhkan persatuan di tengah keberagaman.  

“Walau berbeda, kita tetap satu Indonesia. Pancasila menuntun kita menjaga persatuan di tengah perbedaan. UUD 1945 menjadi dasar hukum tertinggi. NKRI adalah bentuk final negara kita yang harus dipertahankan. Bhinneka Tunggal Ika mengingatkan kita untuk selalu menghargai keberagaman,” tegas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University itu.  

Prof. Rokhmin menekankan bahwa empat pilar kebangsaan bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman hidup yang harus diamalkan sehari-hari. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan semangat kebangsaan, memperkuat persatuan nasional, serta hidup harmonis dalam bingkai keberagaman.  

“Sejatinya kita semua adalah bersaudara. Perbedaan suku, agama, ras, dan golongan justru merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia. Keberagaman itu dibalut dalam persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.  

Lebih lanjut, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001–2004 ini mengingatkan agar setiap individu senantiasa bertakwa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing, tanpa perlu memperdebatkan perbedaan. “Meski ada perbedaan, semuanya harus hidup saling menghormati dan menghargai. Jangan saling menghina. Beriman dan bertakwa menurut agamanya masing-masing, itulah indahnya hidup di Indonesia,” tandasnya.  

Di akhir sosialisasi, Prof. Rokhmin mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan tekad kuat dalam membela kedaulatan bangsa. “Mari setiap anak bangsa saling menghormati dan menghargai, hidup harmonis, tetap beriman dan bertakwa menurut agamanya masing-masing. Jangan lupa, punya tekad kuat untuk terus membela negara Indonesia,” pungkasnya.

Komentar