Kamis, 04 Juni 2026 | 07:46
COMMUNITY

Pemuda Katolik Jateng Serukan Tanggung Jawab Merawat Rumah Bersama di Natal 2025

Pemuda Katolik Jateng Serukan Tanggung Jawab Merawat Rumah Bersama di Natal 2025
Ragam kegiatan Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Tengah (Dok PK)

ASKARA - Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Tengah menyampaikan Pesan Natal 2025 yang menegaskan pentingnya tanggung jawab merawat kehidupan bersama dan lingkungan hidup sebagai wujud nyata iman Katolik. Pesan tersebut mengangkat tema “Firman yang Berinkarnasi dan Tanggung Jawab Merawat Rumah Bersama” (Yohanes 1:14).

Dalam rilisnya, Minggu (21/12), Pemuda Katolik Jateng menekankan bahwa Natal tidak semata dipahami sebagai perayaan liturgis, melainkan momentum refleksi atas tanda-tanda zaman. Inkarnasi Firman Allah dipandang sebagai kehadiran ilahi yang memilih tinggal di tengah dunia yang rapuh, sederhana, dan penuh tantangan.

“Allah hadir bukan melalui gemuruh kuasa, melainkan dalam keheningan yang mengundang permenungan dan pengharapan. Inkarnasi menegaskan bahwa kehidupan manusia dan alam ciptaan memiliki martabat yang patut dirawat bersama,” demikian pesan tersebut.

Sejalan dengan Tema Natal 2025 dan Arah Dasar IX Keuskupan Agung Semarang, Pemuda Katolik Jawa Tengah memaknai Natal sebagai panggilan untuk menghidupi iman yang dewasa, tangguh, dan bertanggung jawab. Spirit Quaerere et Salvum Facere dimaknai sebagai ajakan agar iman tidak berhenti pada kesalehan personal, melainkan diwujudkan dalam keterlibatan nyata di tengah kehidupan sosial, kebangsaan, dan ekologis.

Pemuda Katolik Jateng juga menyoroti realitas sosial-politik dan pembangunan nasional yang dinilai menyimpan paradoks. Di satu sisi pertumbuhan ekonomi terus digenjot, namun di sisi lain kerusakan lingkungan semakin nyata melalui deforestasi, ekspansi industri yang mengabaikan daya dukung alam, aktivitas pertambangan tak berkelanjutan, serta meningkatnya bencana ekologis.

“Bumi mulai letih bukan karena alam marah, melainkan karena manusia kerap lupa mendengarkan,” tulis Pemuda Katolik Jateng dalam pesannya.

Dalam perspektif iman, krisis ekologis dipandang bukan sekadar persoalan teknis atau kebijakan, melainkan krisis cara pandang. Alam kerap direduksi sebagai objek eksploitasi, bukan sebagai bagian dari keluarga ciptaan yang bermartabat. Inkarnasi Kristus disebut sebagai kritik diam terhadap keserakahan yang mengorbankan manusia dan bumi demi keuntungan jangka pendek.

Merujuk pada semangat ensiklik Laudato Si’ dan seruan apostolik Laudate Deum, Pemuda Katolik Jawa Tengah menegaskan bahwa krisis lingkungan adalah krisis relasi—antara manusia dengan Allah, sesama, dan alam. Karena itu, solusi atas krisis ekologis menuntut pertobatan cara hidup, kesadaran ekologis berbasis iman, serta keberanian moral untuk menata ulang arah pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Sebagai kaum muda Katolik, Pemuda Katolik Jateng menyatakan komitmen untuk menghidupi spiritualitas inkarnasi yang membumi, reflektif, dan bertanggung jawab. Mereka menegaskan tidak ingin hanya lantang berbicara, tetapi memilih hadir melalui langkah-langkah nyata seperti aksi merawat lingkungan, pendidikan kesadaran ekologis, dialog lintas iman, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Kami memilih menanam, bukan hanya menuntut; merawat, bukan sekadar mengkritik. Kehadiran kami di ruang publik dimaksudkan untuk mengajak dan bekerja bersama demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Menutup pesannya, Pemuda Katolik Jawa Tengah berharap Natal 2025 menjadi momentum memperbarui komitmen bersama agar Jawa Tengah semakin bijaksana mengelola alam, semakin adil dalam membangun bangsa, dan semakin rendah hati dalam menjalani panggilan sebagai penjaga kehidupan.

“Selamat Natal 2025. Tuhan yang berkenan tinggal di tengah ciptaan menyertai perjalanan bangsa Indonesia dan seluruh rumah bersama kita,” tutup pesan Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Tengah.

 

 

 

Komentar