Anggota KEPP Otsus Papua Apresiasi Presiden: Buka Pintu Komunikasi Langsung dengan Rakyat Papua
ASKARA - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua, John Gluba Gebze, menyampaikan apresiasi mendalam atas pertemuan panjang antara perwakilan masyarakat Papua dengan Presiden RI beberapa waktu lalu. Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut dinilainya sebagai momentum bersejarah yang membuka pintu komunikasi langsung antara Presiden dan rakyat Papua di sembilan provinsi.
John mengungkapkan, dalam budaya Papua ungkapan good night dimaknai sebagai “malam baik”, sebuah simbol bahwa dialog telah berlangsung dengan suasana penuh penghormatan dan keterbukaan. “Kami menyampaikan malam baik karena kami sudah berbicara hampir dua jam lebih dengan Bapak Presiden, Presiden terbaik kita, Bapak seluruh rakyat bangsa,” ujar John dalam keterangan, Minggu (21/12).
Menurutnya, waktu khusus yang diberikan Presiden bukan melalui mekanisme perwakilan, melainkan dialog langsung, menjadi bukti perhatian dan ketulusan negara terhadap Papua. “Beliau duduk berjam-jam mendengarkan apa yang menjadi kendala di setiap jengkal kedaulatan, yang dijalankan oleh anak-anak Indonesia asal Papua, baik gubernur, bupati, maupun wali kota,” katanya.
John menegaskan, KEPP Otsus Papua diminta langsung oleh Presiden untuk menjadi instrumen yang menangkap berbagai persoalan yang selama ini terpendam di Tanah Papua. “Kami mencoba perlahan-lahan mengungkap itu semua. Ini menjadi pintu gerbang pertama komunikasi antara Presiden dan rakyatnya, rakyat Indonesia di seluruh Tanah Papua,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih masyarakat Papua kepada Presiden yang dinilainya berhati mulia dan mau mendengar langsung aspirasi meski Papua berada jauh di tapal batas negara. “Walaupun kami jauh, hati kami ada di hati Bapak Presiden. Ini pertemuan luar biasa dari siang hingga malam hari,” kata John.
Dalam pernyataannya, John menekankan prinsip yang dipegang KEPP Otsus Papua, yakni banyak berjalan, banyak melihat, banyak mendengar, dan terus berdiskusi agar hambatan pembangunan dapat diurai. “Apa yang dihambat itu harus menjadi lancar, menjadi aliran langit dan bumi,” tuturnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang terbangun membuat jarak geografis Papua dan Jakarta seolah tersambung. KEPP Otsus Papua, kata John, akan menjadi jembatan komunikasi antara pusat dan daerah, sekaligus agen dan duta masyarakat Papua agar seluruh rakyat merasakan sentuhan perhatian negara.
Ke depan, John menyebut pihaknya tengah membereskan berbagai proses administrasi, pendanaan, dan personel agar KEPP Otsus Papua dapat bersinergi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat adat. “Ini cerita indah yang kami mulai dari Jakarta. Kami anak-anak Papua sudah datang membawa kaki dan hati ke tanah ini, dan kami berharap Bapak Presiden juga datang membawa hati dan telapak kaki untuk berpijak di Tanah Papua,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, John mengajak seluruh elemen bangsa membangun Papua secara bersama-sama. “Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. Ini tim terpadu Papua–Jakarta yang difasilitasi KEPP Otsus. Seperti matahari yang terbit dari timur, kami tidak egois memilikinya sendiri, tapi membaginya untuk seluruh Nusantara,” pungkasnya.

Komentar