Rabu, 22 Juli 2026 | 19:07
COMMUNITY

Di Muskomda XVIII, Alfian Syukur Nahkodai Pemuda Katolik Jawa Barat

Di Muskomda XVIII, Alfian Syukur Nahkodai Pemuda Katolik Jawa Barat
Muskomda XVIII yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat (Dok PK)

ASKARA - Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) XVIII Pemuda Katolik Jawa Barat yang berlangsung di Merbabu Hotel, Kota Bekasi, resmi menetapkan Alfian Syukur sebagai Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat periode 2025-2028. Forum tiga tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah gerakan organisasi, sekaligus merawat soliditas kader di seluruh wilayah Jawa Barat.

Dalam sambutan perpisahannya, Ketua Komda periode 2022–2025 Edi Silaban menekankan pentingnya menjaga persaudaraan setelah dinamika pemilihan. Ia mengingatkan bahwa Pemuda Katolik Jawa Barat adalah rumah bersama yang mesti dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Muskomda bukan soal menang atau kalah. Ini soal bagaimana kita tetap berjalan bersama, merawat kebersamaan, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan,” ujar Edi, Minggu (7/12).

Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Gusma memuji konsistensi Komda Jawa Barat dalam mempertahankan kualitas kaderisasi dan daya tahan organisasi. Ia menyebut totalitas pengurus dan anggota menjadi kunci untuk menjaga reputasi ini ke depan.

“Pemuda Katolik harus hadir sebagai kekuatan yang diperhitungkan. Muskomda bukan hanya ruang formal, tetapi perjumpaan hati yang meneguhkan komitmen pelayanan,” ungkapnya. Gusma juga menyinggung hasil Rapimnas terakhir yang merumuskan sembilan fokus strategis nasional terkait isu-isu Papua, mulai dari dampak PSN hingga ketimpangan pembangunan.

Pastor Moderator Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Romo Samong, mengingatkan bahwa setiap gerakan organisasi harus berakar pada doa, soliditas, dan keberpihakan pada persoalan masyarakat. “Program harus realistis dan berdampak. Jangan jauh dari kebutuhan umat dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam pidato perdananya sebagai ketua baru, Alfian Syukur memperkenalkan visi kepemimpinannya dengan tagline “Sabilulungan for Mission”, semangat gotong royong sebagai identitas gerak Pemuda Katolik Jawa Barat. Ia menegaskan komitmen untuk membangun organisasi yang tangguh, berdaya saing, dan hadir sebagai agen transformasi sosial.

“Pemuda Katolik Jawa Barat siap melangkah bersama, unggul dalam pelayanan, dan mandiri secara ekonomi. Kami hadir untuk menjawab tantangan zaman,” kata Alfian.

Muskomda XVIII menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari penguatan kaderisasi berbasis iman dan profesionalitas, pengembangan kemandirian ekonomi daerah, peningkatan peran Pemuda Katolik di ruang publik, modernisasi tata kelola organisasi, hingga kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Moderator Komda Jabar Pastor Fransiskus Samong, OSC, serta Pastor Dionysius Adi Tedjo Saputro dari Keuskupan Bogor. Acara juga dihadiri perwakilan pemerintah dan berbagai organisasi lintas agama di Kota Bekasi, termasuk Kabid Organisasi Kesbangpol Jabar Irman Nugraha, Kesbangpol Kota Bekasi Marwah Zaitun, dan tokoh FKUB Cecep Suherlan.

Dari jajaran PP Pemuda Katolik, hadir Wakil Ketua Umum Robertus Bondan Wicaksono, Ketua Bidang Kaderisasi Yustinus Wuarmanuk, Ketua Bidang Hubungan OKP Yohanes Boge Parinding, serta Wasekjen Bidang Pertanian dan Perkebunan Fransiskus Bani.

Muskomda XVIII menjadi momentum pembaruan sekaligus energi baru bagi Pemuda Katolik Jawa Barat untuk melangkah lebih solid, responsif, dan adaptif dalam pelayanan bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat.

 

 

Komentar