PWKI Merauke Gelar Seminar Kepemimpinan Perempuan Kristen dalam Peringatan 16 HAKTP
ASKARA - Dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) yang berlangsung setiap 25 November hingga 10 Desember, Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wanita Kristen Indonesia (DPC PWKI) Kabupaten Merauke melalui Bidang Pendidikan menggelar Seminar Kepemimpinan Wanita Kristen, Jumat (28/11), bertempat di Gereja GPDI Karmel Merauke.
Seminar bertema “Pemimpin Wanita Kristen yang Tangguh di Tengah Tantangan” ini menghadirkan dua narasumber, yakni Pdt. Ifhon Wisye Tamamilang Kunu, S.Th., M.A., dari Bidang Pendidikan DPC PWKI Merauke, serta Ketua DPC PWKI Merauke, Pdt. Maria Magdalena Thun, S.Th. Keduanya membawakan materi mengenai peran kepemimpinan perempuan Kristen di tengah berbagai tekanan sosial, budaya, maupun keluarga.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Agama (Bimas Kristen), perwakilan dari 28 denominasi gereja di Kabupaten Merauke, serta lima PAC PWKI—PAC Distrik Merauke, Sota, Tanah Miring, Kurik, dan Jagebob. Menurut Sekretaris DPC PWKI Merauke, Analis Darean, seminar ini merupakan bagian dari program kerja bidang pendidikan sekaligus kontribusi PWKI dalam kampanye global penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
"Perempuan Kristen menghadapi tantangan bukan hanya dalam rumah tangga, tetapi juga di luar rumah—baik dalam pekerjaan maupun kehidupan bermasyarakat. Melalui seminar ini, kami ingin memperkuat pemahaman tentang kepemimpinan perempuan yang berlandaskan iman," ujar Analis kepada Askara.com.
Diskusi berlangsung dinamis ketika peserta mengajukan beragam pertanyaan kritis, mulai dari apa kata Alkitab tentang kesetaraan gender, hingga bagaimana perempuan dapat mengambil peran strategis dalam budaya patriarki. Kedua narasumber mengulas tuntas setiap pertanyaan secara sistematis dengan merujuk pada kebenaran Firman Tuhan.
Ketua PAC Distrik Merauke, Akulince Boma, S.Pd., M.Pd., yang juga Kepala Sekolah SD YPPGI Jati-Jati, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, seminar tersebut memberikan pemahaman baru bagi perempuan Kristen dalam menghadapi tantangan di berbagai lini kehidupan.
"Kegiatan ini membuat kami lebih paham tentang kepemimpinan perempuan Kristen, sehingga kami mampu menghadapi tantangan dalam keluarga, masyarakat, gereja, dan organisasi sesuai ajaran Tuhan Yesus," ujar Akulince, perempuan asal Paniai, Papua Tengah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PWKI Merauke berharap perempuan Kristen semakin berdaya, tangguh, dan memiliki kemampuan memimpin dengan nilai-nilai keimanan di tengah dinamika zaman.

Komentar