Rabu, 17 Juni 2026 | 21:28
NEWS

Angklung Indonesia Bergema di Sekolah Tunanetra Rumania

Angklung Indonesia Bergema di Sekolah Tunanetra Rumania
Duta Besar RI untuk Rumania, Meidyatama Suryodiningrat, Dubes Uruguay untuk Rumania, Alberto Antonio Rodriguez Goñi dan Kepala sekolah, Cosmina Cazan (Dok KBRI Bucharest)

ASKARA - Suasana hangat terasa di ruang serbaguna Școala Gimnazială Specială pentru Deficienți de Vedere, sebuah sekolah khusus penyandang disabilitas penglihatan di Bucharest, Rumania, pada Senin (24/11/25). Sekitar 80 siswa duduk rapi menantikan suara instrumen yang pernah mereka pelajari. Hari itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bucharest resmi menyerahkan donasi 32 set angklung untuk sekolah yang telah berdiri sejak 1957 tersebut.

Donasi ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia di Eropa Timur sekaligus mendukung pendidikan inklusif bagi anak-anak Rumania. Duta Besar RI untuk Rumania, Meidyatama Suryodiningrat, menyampaikan rasa bangga dan harapannya dalam sambutan penyerahan.
“Angklung mengajarkan bahwa satu nada saja tidak cukup untuk menjadi melodi yang indah. Harmoni tercipta ketika kita bermain bersama. Nilai itulah yang kami harap dapat menyatukan Indonesia, Uruguay, dan Rumania,” ujar Dubes Meidyatama, dalam keterangan yang diterima, Jumat (28/11).

Hubungan antara sekolah tersebut dan angklung bukanlah hal baru. Sebelumnya, staf KBRI pernah menyaksikan langsung penampilan angklung para siswa, dipandu oleh Carlos Blanco Fadol, guru musik asal Uruguay. Cerita itu membuat Dubes Meidyatama dan Dubes Uruguay untuk Rumania, Alberto Antonio Rodriguez Goñi, berinisiatif mencari cara agar pembelajaran angklung dapat terus berlanjut.
Dubes Goñi menyambut baik dukungan Indonesia. “Inisiatif ini menunjukkan bahwa Uruguay dan Indonesia memiliki semangat yang sama, bekerja bersama dan berkontribusi bagi masa depan generasi muda,” katanya.

Kepala sekolah, Cosmina Cazan, juga menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan tersebut. Ia menyebut angklung bukan instrumen asing bagi siswa-siswinya. “Seorang guru musik dari Uruguay pernah mengenalkan kami pada alat musik ini. Bila dimainkan bersama, angklung mengeluarkan suara yang indah,” ujarnya.

Acara penyerahan berlangsung meriah dengan penampilan Manshur Angklung, yang membawakan lagu-lagu seperti Ode to Joy, Jingle Bells, hingga Wonderful Life. KBRI Bucharest juga memanjakan para siswa, guru, dan tamu undangan dengan aneka kudapan khas Indonesia.

Sekolah yang dikelola pemerintah Rumania itu melayani anak usia 4-15 tahun dari berbagai daerah, lengkap dengan fasilitas ruang kelas terang, ruang terapi Braille, perpustakaan dengan lebih dari 6.000 koleksi, ruang komputer bersuara sintetis, area olahraga, hingga layanan medis dan fisioterapi.

Melalui harmoni angklung, Indonesia kembali menegaskan komitmen diplomasi budaya dan dukungan terhadap pendidikan inklusif di kancah global. 

 

 

Komentar