PT BIA Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Papua
Produksi Sabun VCO di Kampung Boha
ASKARA - Upaya mendorong kemandirian ekonomi bagi perempuan asli Papua di wilayah pedalaman terus dilakukan PT Bio Inti Agrindo (BIA) melalui program Environmental Conservation and Community Development (ECCDP). Tantangan akses jauh dari kota tidak menyurutkan komitmen perusahaan untuk membuka ruang pemberdayaan yang lebih sistematis bagi mama-mama di kampung.
Hal itu disampaikan Operation Manager ECCDP PT BIA, Renate Rahaor, saat mendampingi insan pers dalam kegiatan Media Visit ke Kampung Boha, Distrik Muting, Kabupaten Merauke, pada 24–26 November 2025. Renate menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan baseline sosial untuk mengetahui potensi, kebutuhan, dan minat masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis sumber daya alam lokal.
“Sejak Juni 2025, kami membentuk kelompok yang terdiri dari mama-mama di Kampung Boha. Ada 30 mama yang kami bagi menjadi tiga kelompok dan diberi nama MAIZITA 1, MAIZITA 2, dan MAIZITA 3,” jelas Renate. Salah satu program yang dipilih masyarakat adalah produksi sabun berbahan dasar Virgin Coconut Oil (VCO).
Proses pembuatan sabun dilakukan secara berkelompok dengan pendampingan intensif dari Lia Erelak, perempuan berdarah Wamena yang telah enam bulan membina kelompok MAIZITA. Lia awalnya hanya datang untuk memberikan pelatihan komputer, namun kemudian direkrut PT BIA untuk mendampingi program pemberdayaan ekonomi. “Saya ikut membantu mama-mama dari proses membuat VCO, mengolah adonan sabun, hingga pengemasan menggunakan alat sederhana,” kata Lia kepada Askara.com.
Produk sabun berlabel MAIZITA, yang berarti “mencoba hal-hal baru”, kini telah digunakan oleh warga setempat dan mulai dipasarkan. Salah satu anggota kelompok, Mama Modesta Sohe, mengaku sabun VCO ini bermanfaat bagi kesehatan kulit anak-anaknya. “Sekarang anak-anak rajin mandi pakai sabun. Gatal-gatal di kulit juga hilang,” ujarnya.
Dengan dukungan PT BIA, kelompok MAIZITA kini mulai memasarkan produk sabun VCO, dan hasil penjualan telah digunakan kembali sebagai modal usaha. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi mama-mama Papua di Kampung Boha.

Komentar