Kamis, 04 Juni 2026 | 05:35
COMMUNITY

PT BIA Gelar Training Pengembangan Komite Gender 2025

PT BIA Gelar Training Pengembangan Komite Gender 2025
Pengurus Komite Gender dan Narasumber Training Komite Gender PT Bio Inti Agrindo, Merauke , Papua Selatan (Dok Winona)

ASKARA - PT BIA menyelenggarakan Training Pengembangan Anggota Komite Gender Tahun 2025 dengan tema “Mengasah Visi, Menguatkan Aksi: Membangun Pengurus Komite Gender yang Profesional”. Kegiatan berlangsung di Gedung Training Center PT BIA, Distrik Ulilin, pada Selasa (19/11/2025). Program pelatihan ini menjadi agenda tahunan perusahaan dalam memperkuat kapasitas pengurus komite dalam isu-isu perempuan dan anak.

Manager ESG–Sustainability PT BIA, Maharani Rahman, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya berkelanjutan perusahaan dalam membangun kapasitas para pengurus Komite Gender. “Kami ingin memastikan bahwa para pengurus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup dalam menangani isu terkait perempuan dan anak di lingkungan perusahaan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa para pengurus juga diharapkan mampu menyosialisasikan kebijakan serta kegiatan berperspektif keadilan gender kepada seluruh karyawan.

Komite Gender PT BIA yang dibentuk sejak 2018 saat ini dipimpin oleh Silviana Wotos. Dalam sambutannya, Silviana memberikan apresiasi kepada para pengurus yang dinilainya telah bekerja dengan loyalitas tinggi dan ketulusan dalam melayani mereka yang membutuhkan. Silviana, yang juga menjabat sebagai Junior Assistant Manager Plasma, telah dipercaya memimpin komite tersebut sejak 2023.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Liliek Hernawati (Staf HRD), Widia Hartiningsih (Manager HRD), Maharani Rahman (Manager ESG–Sustainability), serta Wilhelmina Welliken dari LPAI Papua Selatan. Sebanyak 30 pengurus Komite Gender dari unsur karyawan dan tenaga pendidik di wilayah Perkebunan Sawit PT BIA turut mengikuti kegiatan ini. Pelatihan diharapkan menjadi momentum memperkuat peran komite dalam mendorong lingkungan kerja yang inklusif dan berkeadilan gender.

 

 

Komentar