Kamis, 04 Juni 2026 | 08:08
NEWS

PHM Paparkan Lompatan Mutu Pendidikan Pesisir Lewat Program Guru Penggerak

PHM Paparkan Lompatan Mutu Pendidikan Pesisir Lewat Program Guru Penggerak
Peserta Forum Keberlanjutan Guru Penggerak yang berlangsung di Samarinda foto bersama usai kegiatan (Dok PHM)

ASKARA - Komitmen PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dalam meningkatkan kualitas pendidikan pesisir kembali ditegaskan melalui Forum Keberlanjutan Guru Penggerak yang berlangsung di Samarinda pada pertengahan November 2025. Forum ini menjadi ajang evaluasi sekaligus pemantapan arah Program Sekolah Negeri Terapung yang dijalankan di Desa Tani Baru dan Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara.

Sejak dimulai pada 2021, program yang digarap bersama Indonesia Mengajar ini telah menghasilkan sederet capaian signifikan. PHM mencatat pendampingan kepada 165 sarjana pesisir, pelaksanaan 17 pelatihan untuk 39 guru SMP dan SMA, serta keberhasilan dua sekolah meraih predikat Adiwiyata tingkat provinsi. Bahkan, SMPN 6 Anggana kini berstatus Sekolah Rujukan Google, dengan prestasi siswa dan guru yang terus menanjak hingga level internasional.

Head of Communication Relations & CID PHM, Achmad Krisna Hadiyanto, menuturkan bahwa forum tersebut menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk meninjau kebutuhan lapangan, menyusun strategi kolaboratif, dan menjaga kesinambungan ekosistem belajar yang telah terbentuk. Melalui Komunitas Kukar Pintar Idaman (KBKPI), para Guru Penggerak aktif mendampingi 11 sekolah untuk memperkuat budaya belajar yang positif dan inklusif.

Camat Anggana, Rendra Abadi, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PHM dalam memberikan dukungan nyata bagi pendidikan pesisir. Ia menilai dampak program semakin terlihat dari meningkatnya prestasi sekolah, guru, dan peserta didik di berbagai ajang kompetisi.

Dari sisi korporasi, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menegaskan bahwa pengembangan pendidikan menjadi bagian penting dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan sesuai prinsip ESG dan SDGs. Program pendidikan yang dijalankan PHM dan PHI mencakup peningkatan sarana belajar, pengembangan kompetensi guru, pelatihan vokasi, hingga pemberian beasiswa dan akses pendidikan tinggi.

Keberhasilan Program Sekolah Negeri Terapung dan kiprah Guru Penggerak menjadi bukti bahwa inisiatif CSR dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat pesisir Kalimantan Timur. PHM—anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zona 8—berkomitmen melanjutkan berbagai inovasi guna mendukung operasi hulu migas yang aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan energi yang memberi nilai bagi Indonesia.

 

 

Komentar