Kamis, 23 Juli 2026 | 13:45
COMMUNITY

Edukasi Lingkungan Laut Hadirkan Antusias Siswa Barrang Caddi

Edukasi Lingkungan Laut Hadirkan Antusias Siswa Barrang Caddi
31 siswa SMP Negeri 39 Makassar di Pulau Barrang Caddi mengikuti kegiatan penyadartahuan ekosistem pesisir dan laut yang digelar Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia bersama Yayasan KEHATI (Dok Askara)

ASKARA - Sebanyak 31 siswa SMP Negeri 39 Makassar di Pulau Barrang Caddi mengikuti kegiatan penyadartahuan ekosistem pesisir dan laut yang digelar Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia bersama Yayasan KEHATI, Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini turut melibatkan POKMASWAS Sipakatau Barrang Caddi sebagai pendamping selama rangkaian permainan edukatif berlangsung.

Program ini menjadi bagian dari agenda bertajuk Penguatan Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut di Kota Makassar yang diinisiasi YKL Indonesia dan KEHATI. Fokusnya adalah mendorong tata kelola perikanan skala kecil yang berkelanjutan di wilayah kepulauan Barrang Caddi.

Dwi Andika, Staf Lapangan YKL Indonesia yang memandu kegiatan, menekankan pentingnya pendidikan lingkungan sejak usia sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan perikanan, serta peran mereka dalam pelestarian sumber daya alam," ucap Dwi.

Metode pembelajaran dibuat interaktif dan menyenangkan melalui permainan seperti ular tangga ekosistem laut, puzzle rantai makanan, dan simulasi siklus hidup ikan dan penyu. Selain itu peserta juga mengerjakan pre-test dan post-test serta menonton video edukatif sebagai penguatan materi.

Koordinator Program Perikanan YKL Indonesia, Muhammad Fauzi Rafiq, menegaskan pentingnya dukungan multipihak dalam menjaga ekosistem laut di kawasan kepulauan.

"Pulau Barrang Caddi telah memiliki banyak inisiatif baik seperti perlindungan penyu hingga pengelolaan perikanan kakap-kerapu. Dengan menguatkan peran anak muda, maka keberlanjutan pengelolaan dapat terus dijaga hingga masa depan," ujarnya.

Siswa Belajar, Lingkungan Pulau Jadi Laboratorium

Para siswa tampak antusias mengikuti sesi yang dikemas dalam format bermain sambil belajar. Salwa, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa materi yang diberikan membuka wawasan baru tentang lingkungan laut di sekitar mereka.

"Kami tinggal di pulau, tapi masih banyak yang belum kami tahu tentang laut. Hari ini kami belajar bahaya sampah laut, tentang rantai makanan, dan kenapa penyu itu penting untuk dijaga," katanya.

Peserta lainnya, Muhammad Farhan, juga mengaku baru mengetahui peran penting penyu dalam ekosistem laut.

"Ternyata penyu punya peran besar untuk laut. Belajarnya juga seru karena ada permainan dan video," ujarnya.

YKL Indonesia berharap kegiatan ini menumbuhkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap lingkungan hidup mereka, sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda dalam menjaga kelestarian pesisir dan laut.

Dwi menambahkan, kegiatan serupa akan terus diperluas agar lebih banyak sekolah dan kelompok pemuda bisa terlibat.

 

Komentar