Forum Peduli Perempuan dan Anak Merauke Resmi Diluncurkan
Dubes Selandia Baru Hadir
ASKARA - Kabupaten Merauke resmi meluncurkan dan melantik Forum Peduli Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam peningkatan layanan bagi perempuan dan anak. Acara berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Merauke dan dihadiri sejumlah tokoh nasional maupun internasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Philip Taula, Hana Satrio selaku Country Representative The Asia Foundation, perwakilan Kementerian PPPA Silvi Anggraeni, serta Adevita dari Bappenas.
Forum ini dibentuk melalui kerja sama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Merauke bersama Perkumpulan Petrus Vertenten MSC dengan dukungan Program BERDAYA dari The Asia Foundation. Forum tersebut melibatkan berbagai unsur seperti OPD teknis, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, psikolog, lembaga bantuan hukum, LSM, lembaga sosial dan pihak terkait lainnya. Wakil Bupati Merauke, Dr. Fauzun Nihayah, SHI., MHI., ditetapkan sebagai ketua forum.
Dalam sambutannya, Dubes Selandia Baru Philip Taula menegaskan pentingnya layanan terpadu dan terkoordinasi sebagai bentuk perlindungan nyata bagi korban kekerasan. Ia mencontohkan model pelayanan yang melibatkan rumah sakit, psikolog, aparat penegak hukum, hingga lembaga sosial.
"Pelayanan harus cepat dan tepat bagi korban. Kita semua ibarat penumpang di satu perahu yang sama, sehingga harus bergerak bersama," ujar Taula, menutup sambutannya dengan analogi dari budaya Suku Māori.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Merauke, Delsiana Gebze, mengungkapkan bahwa berdasarkan data aplikasi SIMPONI, terdapat 70 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tercatat di Merauke hingga tahun ini.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan SDM, fasilitas layanan serta sarana pendukung, sehingga keberadaan forum ini menjadi solusi kolaboratif untuk memperkuat respons dan penanganan kasus.
"Forum ini diperlukan agar layanan menjadi terintegrasi dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi perempuan dan anak," tegas Delsiana.
Peluncuran forum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sistem perlindungan berbasis jejaring dan multisektor di Kabupaten Merauke.

Komentar