Senin, 20 Juli 2026 | 20:30
COMMUNITY

Perhutani Bandung Utara Mulai Persemaian Bibit Pinus untuk Program Rehabilitasi Hutan

Perhutani Bandung Utara Mulai Persemaian Bibit Pinus untuk Program Rehabilitasi Hutan
Kegiatan persemaian bibit pinus di halaman rumah dinas Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cikalong Wetan (Dok Perhutani)

ASKARA – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara mengawali rangkaian program penanaman tahunannya dengan menabur benih pinus sebanyak 203 gram yang diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.500 bibit. Kegiatan berlangsung di halaman rumah dinas Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cikalong Wetan pada Kamis (20/11/2025).

Bibit yang dihasilkan nantinya akan ditanam di Petak 29C4 wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Padalarang sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan peningkatan kualitas kawasan hutan.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Perhutani, di antaranya Wakil Administratur KPH Bandung Utara Diki Rizki Teruna, Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan dan Kemitraan Deni Permana, Kepala Seksi Utama Pengembangan Bisnis Perhutani Divisi Regional Jabar–Banten Deni Rusyana, Asisten Perhutani (Asper) Padalarang Muhamad Redito Gea Anjana, serta unsur masyarakat sekitar hutan.

Dalam sambutannya, Diki Rizki Teruna menegaskan bahwa tabur benih merupakan langkah fundamental dalam menghasilkan bibit berkualitas.

“Persemaian adalah tahapan krusial. Jika benih mendapatkan perlakuan sesuai standar, maka peluang tumbuh menjadi bibit unggul semakin besar. Inilah pondasi bagi keberhasilan penanaman di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyediaan bibit yang sehat, dalam jumlah sesuai kebutuhan, dan tepat waktu merupakan kunci pelaksanaan rehabilitasi hutan yang terencana.

“Semakin baik kualitas bibit yang diproduksi di persemaian, semakin besar peluang bibit tersebut berkembang menjadi pohon yang sehat dan bermanfaat bagi lingkungan,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Bandung Utara kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan, sekaligus mendorong partisipasi publik dalam upaya pelestarian lingkungan di wilayah Bandung Utara.

 

Komentar