Kamis, 04 Juni 2026 | 05:35
NEWS

Inspektorat Papua Selatan Gelar Lomba Puisi dan Poster Anti Korupsi Sambut Harkodia 2025

Inspektorat Papua Selatan Gelar Lomba Puisi dan Poster Anti Korupsi Sambut Harkodia 2025
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sucahyo Agung Dwi Ariyanti, S.IP., foto bersama dengan juri Lomba Puisi dan Poster Anti Korupsi (Dok Winona)

ASKARA - Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) yang jatuh setiap 9 Desember, Inspektorat Provinsi Papua Selatan kembali menggelar Lomba Cipta Baca Puisi dan Lomba Poster Anti Korupsi. Kegiatan yang memasuki tahun ketiganya ini berlangsung di Hotel CarrbIn pada 15 November dan diikuti puluhan pelajar SMA, SMK, dan MI se-Papua Selatan. (17/11)

Acara dibuka oleh Gubernur Papua Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sucahyo Agung Dwi Ariyanti, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, Sucahyo menekankan pentingnya kontrol sosial masyarakat dalam mencegah dan memberantas korupsi. Ia menjelaskan bahwa selain APIP di Inspektorat, terdapat pula BPK dan KPK yang berperan dalam pengawasan serta penindakan.

Plt Inspektur Provinsi Papua Selatan, Edi Purwanto, S.Sos, menegaskan bahwa kedua lomba ini menjadi ruang kampanye anti korupsi yang kreatif dan menyeluruh. Menurutnya, pendidikan nilai melalui seni mampu menanamkan pemahaman mendalam tentang integritas sejak dini. “Perlawanan terhadap korupsi tidak hanya lewat penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan nilai yang dituangkan dalam ekspresi seni,” ujarnya.

Ia optimistis para pelajar Papua Selatan dapat menjadi agen perubahan yang menjunjung kejujuran dan mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Melalui karya puisi dan poster, pelajar diharapkan dapat memahami serta mempraktikkan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator seksi lomba, Maryam Rahanar, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya menggandeng akademisi dari Universitas Musamus sebagai juri Lomba Cipta Baca Puisi, yakni Nova Lina Sari Habeahan, Angla Florency Sauhenda, dan Viktor Warayaan. Sementara juri Lomba Poster Anti Korupsi berasal dari kalangan seniman, yaitu Selsius Djunianto, Stepanus Mujiantoro, dan Ronald Retraubin.

Maryam yang juga merupakan master penyuluh anti korupsi KPK menambahkan bahwa setiap tahun kegiatan ini selalu mendapat apresiasi dari sekolah-sekolah. Panitia menyediakan hadiah untuk para pemenang sebagai bentuk penghargaan atas karya dan idealisme para peserta. Juara pertama memperoleh Rp5 juta, juara kedua Rp4,5 juta, dan juara ketiga Rp4 juta. Sementara juara harapan satu, dua, dan tiga masing-masing menerima Rp3,5 juta, Rp3 juta, dan Rp2,5 juta. Semua karya yang masuk menjadi koleksi resmi panitia Harkodia 2025.

Kegiatan ini diharapkan terus menjadi ruang kreatif bagi pelajar untuk menanamkan nilai integritas serta memperkuat budaya anti korupsi di Papua Selatan.

 

 

Komentar