AI Niriksagara Ubah Lubang Jalan Jadi Data Prioritas Perbaikan
ASKARA - Startup teknologi Niriksagara memperkenalkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi dan memetakan kerusakan jalan secara real-time. Sistem ini tidak hanya mencatat kondisi jalan, tetapi juga mengubah data tersebut menjadi prioritas aksi perbaikan bagi pemerintah daerah. Dengan pendekatan ini, proses perencanaan dan alokasi anggaran dapat dilakukan secara lebih cepat, presisi, dan transparan.
Chief Technology Officer (CTO) Niriksagara, Rezaqul Khaq, menjelaskan bahwa pihaknya ingin menghadirkan solusi nyata bagi pemerintah daerah dalam mengatasi keterbatasan sistem pelaporan manual. “Kami melihat kebutuhan besar akan sistem pemantauan infrastruktur yang cepat, akurat, dan terukur. Niriksagara hadir bukan hanya untuk ‘melihat’ lubang jalan, tetapi untuk mengubah temuan tersebut menjadi aksi prioritas yang langsung bisa ditindaklanjuti,” ujarnya, dalam keterangan yang diteeima, Senin (3/11).
Teknologi utama Niriksagara mengandalkan sistem Computer Vision yang terpasang pada kendaraan survei. Kamera khusus merekam kondisi jalan secara terus-menerus, lalu algoritma AI menganalisis video untuk mengidentifikasi berbagai jenis kerusakan seperti lubang, retakan, hingga permukaan yang mengelupas. Hasil analisis kemudian ditampilkan dalam Dashboard Prioritas yang mudah diakses oleh pejabat teknis maupun pengambil kebijakan.
Dashboard tersebut menampilkan peta sebaran kerusakan jalan yang dapat diperbarui secara real-time. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat memprioritaskan perbaikan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi lokasi. Data ini juga membantu dalam perencanaan anggaran yang lebih akurat, sekaligus meminimalkan risiko tumpang tindih proyek. “Kami ingin menjadikan data sebagai fondasi pengambilan keputusan,” kata Rezaqul.
DKI Jakarta menjadi wilayah pertama yang menerapkan sistem ini sebagai proyek percontohan. Menurut Rezaqul, Jakarta dipilih karena memiliki kompleksitas infrastruktur dan volume jalan yang tinggi, sehingga menjadi lokasi ideal untuk uji efisiensi sistem berbasis AI. “Kami berharap Jakarta menjadi contoh bagi daerah lain dalam penerapan sistem digital untuk pengelolaan infrastruktur publik,” tambahnya.
Niriksagara juga menawarkan dua model kerja sama dengan pemerintah: sistem langganan berbasis akses dashboard, serta sistem on-premise yang memungkinkan pemerintah memiliki kendali penuh atas data yang dihasilkan. “Fokus kami adalah transparansi dan keamanan data. Dengan sistem ini, kami membantu pemerintah mewujudkan infrastruktur cerdas berbasis data,” tutup Rezaqul.

Komentar