Rabu, 22 Juli 2026 | 20:06
COMMUNITY

Perhutani Bandung Utara dan PT Wisnu Surya Danapati Kolaborasi Kembangkan Kopi Agroforestri

Perhutani Bandung Utara dan PT Wisnu Surya Danapati Kolaborasi Kembangkan Kopi Agroforestri
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menjalin kerja sama dengan PT Wisnu Surya Danapati (Dok Perhutani)

ASKARA - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menjalin kerja sama dengan PT Wisnu Surya Danapati dalam pengembangan agroforestri berbasis kopi cherry. Penandatanganan perjanjian kerja sama berlangsung di Kantor KPH Bandung Utara pada Jumat (24/10/2025).

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Administratur KPH Bandung Utara Dedy S.J. Mulyanto dan Direktur PT Wisnu Surya Danapati Tommy Surjanto, disaksikan oleh Wakil Administratur Diki Rizki Teruna serta Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Deni Permana.

Dedy S.J. Mulyanto menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan hutan berkelanjutan melalui sistem agroforestri, yakni perpaduan antara kehutanan dan pertanian untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan. Salah satu komoditas yang dikembangkan adalah buah kopi (cherry). “Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dari hasil hutan bukan kayu, dengan tetap menjaga keseimbangan ekologis serta bersinergi dengan masyarakat desa sekitar hutan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH),” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Wisnu Surya Danapati Tommy Surjanto menuturkan bahwa kerja sama ini bertujuan memanfaatkan potensi kawasan hutan secara optimal dengan pengembangan komoditas kopi. “Semoga kerja sama ini dapat memberikan kontribusi dan keuntungan bagi kedua belah pihak,” katanya.

Tommy juga mengapresiasi langkah Perhutani dalam membuka kolaborasi produktif dengan pihak swasta. Ia berharap kemitraan ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan. “Kami berharap kerja sama ini terus berkembang dengan pendampingan teknis yang konsisten, bersinergi dengan masyarakat desa hutan, dan tetap memperhatikan aspek ekologis,” pungkasnya.

 

 

Komentar