Selasa, 21 Juli 2026 | 13:35
COMMUNITY

KAMMI Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemerintah Turkiye

KAMMI Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemerintah Turkiye
KAMMI establishes strategic cooperation with the Turkish Government (Dok KAMMI)

ASKARA - Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan serangkaian audiensi dengan perwakilan Pemerintah Turkiye di Indonesia pada 16–17 September 2025. Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral, khususnya dalam bidang pendidikan, kepemudaan, dan kebudayaan.

Pada hari pertama, Selasa (16/9), delegasi KAMMI yang dipimpin Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) Ridwan bersama Yahya Ayyash dan Fadhil Abdulhafiz berkunjung ke Pusat Bahasa dan Budaya Turki, Yunus Emre Enstitüsü (YEE) Jakarta. Mereka diterima langsung oleh Direktur YEE Dr. Cemal Şahin. “KAMMI dan Turkiye memiliki sejarah yang cukup lama. Banyak anggota KAMMI yang tertarik mempelajari bahasa dan budaya Turki,” ujar Ridwan.

Dr. Cemal menyambut baik kerja sama tersebut dengan menawarkan berbagai program edukasi. “Kami sangat senang bekerja sama dengan KAMMI, tidak hanya dalam pembelajaran bahasa, tetapi juga kegiatan workshop, seminar, pameran kuliner, musik, dan seni,” ungkapnya. YEE membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan bahasa, pelatihan, dan pengenalan budaya Turki bagi pemuda Indonesia.

Pada Rabu (17/9), giliran delegasi KAMMI yang dipimpin Sekretaris Jenderal Nazmul Watan melakukan audiensi ke Kedutaan Besar Republik Turkiye untuk Indonesia. Delegasi yang terdiri dari Ridwan, Ketua Bidang Investasi Perekonomian dan Keuangan Arif Rahman, dan Sekretaris Umum Rumah Kami Peduli Ahmad Randi itu diterima langsung oleh Duta Besar Turkiye untuk Indonesia Prof. Dr. Talip Küçükcan. “KAMMI yang ada di 32 provinsi siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan kerja sama bilateral Indonesia–Turkiye,” tegas Nazmul.

Dalam pertemuan hangat tersebut, Prof. Talip menilai langkah KAMMI sebagai upaya positif untuk memperkuat hubungan kedua negara. Ia menyoroti potensi kolaborasi di bidang kepemudaan, teknologi, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. “Banyak hal yang bisa dijalankan, seperti perlombaan inovasi teknologi Teknofest, pertukaran pemuda, kemah tematik, dan program pendidikan,” ujarnya.

Prof. Talip juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam mempererat hubungan Indonesia–Turkiye yang kini memasuki 75 tahun. “Anak muda saat inilah yang kelak menjadi tokoh dan pemangku kebijakan ketika hubungan diplomasi kedua negara mencapai 100 tahun,” katanya. Ia menutup pertemuan dengan memberikan dukungan penuh bagi KAMMI untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta di Turkiye demi kemajuan bersama.

 

 

Komentar